Langsung ke konten utama

MERDEKA!!!


                                                                                 


Merdeka.....tidak terasa hari ini tepat
73 tahun bangsa Indonesia merasakan kemerdekaan....merdeka dari jajahan bangsa manapun....merdeka....sebuah kata yang begitu mudah dan simpel untuk diucapkan tetapi sangat sulit untuk diraih...Bisa kita bayangkan ratusan tahun para pahlawan kita...berjuang dengan sepenuh hati dan segenap jiwa raga...banyak sudah pengorbanan...darah dan air mata demi memperjuangkan satu kata "merdeka".
Tanggal 17 agustus 1945 adalah tanggal yang sakral bagi seluruh bangsa Indonesia. Hari yang begitu dinantikan untuk memproklamirkan diri sebagai bangsa yang merdeka.
Merdeka....kata yang mudah diucapkan tetapi sulit dimaknai...atau mungkin sudah dimaknai tetapi belum pada makna yang sesungguhnya....merdeka secara umum seharusnya merdeka  dari kebodohan, merdeka dari kemiskinan, merdeka dari ketidak adilan, merdeka dari ketakutan,  merdeka dari pemaksaan pilihan dan pendapat,….dan itu adalah pr bagi kita semua yang harus terus diperjuangkan.
Bangsa kita sudah sejak lama merdeka dari jajahan bangsa lain tetapi  belumlah lepas sepenuhnya dari pengaruh  budaya bangsa lain. Dan akan terus selama seperti itu jika kita tidak ingin mengubah diri.
Bagi saya pribadi merdeka itu……  bebas berpendapat, bebas berpendirian, bebas menentukan pilihan tanpa intimidasi paksaan, bebas dari segala rasa tertekan, bebas mengekspresikan  keinginan hati, bebas mengambil keputusan tanpa ada yang merasa tersakiti, bebas mendapatkan hak yang sama tanpa merasa dibedakan dari yang lain, bebas dari dominasi suatu golongan, bebas merasa layak maju,
merdeka adalah ketika kita mampu untuk membedakan yang baik dan yang buruk. merdeka adalah ketika kita  berada di rel yang benar, merdeka adalah ketika kita dengan bebas  menunjukan  ini salah dan ini benar. Merdeka adalah ketika kita cukup tahu diri bahwa  kemerdekaan diri terkadang semu karena tertutup kepentingan-kepentingan lain yang mungkin tidak penting. 


Dirgahayu Republik Indonesia

17082018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Hajjah Rahmah El- Yunusiyah

Ibu Hajjah Rahmah El-Yunusiyah, sosok yang jarang orang mengenalnya. Termasuk saya pribadipun belum pernah mengetahui sejarahnya. Suatu kesempatan pada Expo Pendidikan Islam (2017) Aku berkunjung ke stand Diniyyah Puteri Sumatera Barat dan mendapatkan kisah sejarahnya di sana. Dia adalah pendiri Perguruan Diniyyah Puteri (Al Madrasatut Diniyyah) pada 1 November 1923. Wanita kelahiran 29 Desember 1900 dan wafat 1969 ini merupakan pejuan g pendidikan yang gigih dan ikhlas berkorban ini terinspirasi untuk melakukan inovasi pendidikan Islam setelah mengikuti pendidikan pada Diniyyah School yang didirikan oleh kakaknya Zainuddin Labay El Yunusy tahun 1915. Ia lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang agamis dan sejak kecil ibunda Rahmah telah memiliki minat belajar yang tinggi. Selain belajar kepada Ayahnya Syaikh Muhammad Yunus dan kakaknya Zainuddin Labay El-Yunusiy, tercatat ada beberapa nama ulama yang menjadi tempat Ibunda Rahmah meuntut ilmu, dianta...

Surat Untuk Ibu

Ibu, Dulu aku tidak pernah tahu kenapa ibu sering marah karena kami tidak membantu pekerjaan rumah. Dulu aku pun tidak pernah tahu kenapa ibu sering meninggalkan kami di Rumah untuk bekerja. Dulu aku tidak mengerti mengapa Ibu kurang berselera makan dan kuat bergadang sambil mengompres dan menunggui kami yang sedang demam. Dulu aku juga tidak mengerti jika ibu khawatir karena kami tinggalkan dan tak menyentuh sepiring nasi goreng dan segelas susu hangat yan g disiapkan untuk sarapan kami. Dulu aku tidak paham kenapa ibu begitu sedih kalau ada diantara kami anak-anak yang membantah perintah dan perkataan ibu. Dulu aku juga tidak paham ketika ibu bergegas menyisihkan makanan jika ada salah satu diantara kami anak-anak Ibu yang belum pulang ke rumah. Ibu, seiring berjalannya waktu kini aku telah menjadi ibu dari dua orang anak yang mulai remaja, sekarang aku mengerti semuanya ibu. Andai ibu tidak pernah paksa kami membantu pekerjaan rumah,mungkin sekarang aku ...

Our favorite...

Makanan favorit keluarga kami adalah martabak telur dengan kuah kare. Sebenarnya makanan ini bukan hanya sekadar makanan favorit keluarga tetapi juga sebagai sumber penghidupan orang tua kami sejak aku belum lahir. Ayahku memperoleh ilmu membuat martabak Dari kakek buyutku yang berasal Dari Malabar India. Ayah mulai berjualan martabak sejak tahun 1972 di Palembang, makanya sejak kecil lidahku dan keluargaku sudah sangat akrab dengan martabak kare. Rasanya tiada hari yang dilewatkan tanpa sarapan martabak. Dan kesukaan ini kemudian juga menurun kepada anak dan para keponakan kami semua, kemanapun yang dicari martabak. Sejak beberapa tahun lalu warung martabak ayah sudah tidak ada lagi karena tidak Ada yang mengelolahnya seiring usia ayah yang sudah lanjut. Sesekali mengobati kerinduan pada martabak dengan membuat sendiri dan sesekali juga menerima pesanan. Berharap someday bisa punya resto martabak India. Akhirnya setelah selama ini masak tanpa ...