Langsung ke konten utama

Berguru pada fb

Ilmu yang baru saya dapet sejak ada facebook yang entah sumber dan kebenarannya tidak bisa saya yakini, Dan masih tetap pake pemahaman saya dari awal,diantaranya bahwa; orang yg akan melaksanakan ibadah kurban dilarang potong kuku dan potong rambut sejak muncul bulan Dzulhijjah, sdh coba cari kebenaran hadist dan ayatnya dan juga sudah tanya sana sini ustad dan ustadzah, tidak ada larangan yang begitu,yang dilarang potong kuku dan potong rambut itu bagi yang melaksanakan ibadah haji. Kalo saya mikirnya gak ada hubungan kuku dgn hewan kurban, jadi gak dilarang potong kuku,yg dilarang itu potong gaji. Hehehe....
Selain itu juga ada juga, kata facebook tidak boleh menasabkan nama suami. Menasabkan artinya garis keturunan. Menurut facebook wanita bersuami tidak boleh mencantumkan nama suami dibelakang namanya karena yang demikian sama dengan bernasab ke suami. Kalau pemahaman saya bernasab itu kalau pemakaiannya menggunakan bin atau binti. Misalnya si fulana (isri) binti fulan (suami), yg demikian ini yang tidak boleh. Kalo penulisannya fulana fulan artinya fulana nya si fulan.
Ada juga ilmu dari  facebook mengatakan, suami tidak boleh memanggil istrinya dengan kata ibu, mama, bunda,dll (mengikuti panggilan anak ke ibunya) karena dianggap sama dengan menzinai ibunya. Aduh sempitnya pemikiran begitu.  Pemahaman saya yang tidak boleh dan dosanya sama dengan menzihar atau menzinai ibunya itu jika seorang suami berkata kepada istrinya,"kamu mirip dengan ibuku", kalo memanggil dgn sebutan ibu,mama, bunda,mami....ya mungkin aja beda panggilan sama ibunya,ke ibunya manggil emak ke istrinya manggil mama,kan beda tuh...sorry terpaksa nulis panjang kali lebar kali tinggi seperti ini, karena takut tersesat pemahamannya kejauhan. Dan ini juga saya tulis karena sempat jadi  perdebatan dan pertanyaan diantara  obrolan antar teman.   Hadist memang banyak,tapi perlu dicek kebenarannya, hadiastnya shohih atau tidak. Hadistnya benar atau palsu. Maaf..maaf...buat yang tidak sepaham....jgn marah ya...karena ini tulisan saya dan ini dinding pribadi saya hehe...piss ya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Hajjah Rahmah El- Yunusiyah

Ibu Hajjah Rahmah El-Yunusiyah, sosok yang jarang orang mengenalnya. Termasuk saya pribadipun belum pernah mengetahui sejarahnya. Suatu kesempatan pada Expo Pendidikan Islam (2017) Aku berkunjung ke stand Diniyyah Puteri Sumatera Barat dan mendapatkan kisah sejarahnya di sana. Dia adalah pendiri Perguruan Diniyyah Puteri (Al Madrasatut Diniyyah) pada 1 November 1923. Wanita kelahiran 29 Desember 1900 dan wafat 1969 ini merupakan pejuan g pendidikan yang gigih dan ikhlas berkorban ini terinspirasi untuk melakukan inovasi pendidikan Islam setelah mengikuti pendidikan pada Diniyyah School yang didirikan oleh kakaknya Zainuddin Labay El Yunusy tahun 1915. Ia lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang agamis dan sejak kecil ibunda Rahmah telah memiliki minat belajar yang tinggi. Selain belajar kepada Ayahnya Syaikh Muhammad Yunus dan kakaknya Zainuddin Labay El-Yunusiy, tercatat ada beberapa nama ulama yang menjadi tempat Ibunda Rahmah meuntut ilmu, dianta...

Surat Untuk Ibu

Ibu, Dulu aku tidak pernah tahu kenapa ibu sering marah karena kami tidak membantu pekerjaan rumah. Dulu aku pun tidak pernah tahu kenapa ibu sering meninggalkan kami di Rumah untuk bekerja. Dulu aku tidak mengerti mengapa Ibu kurang berselera makan dan kuat bergadang sambil mengompres dan menunggui kami yang sedang demam. Dulu aku juga tidak mengerti jika ibu khawatir karena kami tinggalkan dan tak menyentuh sepiring nasi goreng dan segelas susu hangat yan g disiapkan untuk sarapan kami. Dulu aku tidak paham kenapa ibu begitu sedih kalau ada diantara kami anak-anak yang membantah perintah dan perkataan ibu. Dulu aku juga tidak paham ketika ibu bergegas menyisihkan makanan jika ada salah satu diantara kami anak-anak Ibu yang belum pulang ke rumah. Ibu, seiring berjalannya waktu kini aku telah menjadi ibu dari dua orang anak yang mulai remaja, sekarang aku mengerti semuanya ibu. Andai ibu tidak pernah paksa kami membantu pekerjaan rumah,mungkin sekarang aku ...

Our favorite...

Makanan favorit keluarga kami adalah martabak telur dengan kuah kare. Sebenarnya makanan ini bukan hanya sekadar makanan favorit keluarga tetapi juga sebagai sumber penghidupan orang tua kami sejak aku belum lahir. Ayahku memperoleh ilmu membuat martabak Dari kakek buyutku yang berasal Dari Malabar India. Ayah mulai berjualan martabak sejak tahun 1972 di Palembang, makanya sejak kecil lidahku dan keluargaku sudah sangat akrab dengan martabak kare. Rasanya tiada hari yang dilewatkan tanpa sarapan martabak. Dan kesukaan ini kemudian juga menurun kepada anak dan para keponakan kami semua, kemanapun yang dicari martabak. Sejak beberapa tahun lalu warung martabak ayah sudah tidak ada lagi karena tidak Ada yang mengelolahnya seiring usia ayah yang sudah lanjut. Sesekali mengobati kerinduan pada martabak dengan membuat sendiri dan sesekali juga menerima pesanan. Berharap someday bisa punya resto martabak India. Akhirnya setelah selama ini masak tanpa ...