Langsung ke konten utama

Merantaulah

Merantaulah....
Agar kamu tahu hidup ini tidak seindah yang kamu bayangkan.
Ketika kamu merantau sebagai anak kuliahan, uang jajanmu tiba-tiba habis padahal kiriman orang tua masih lama, duh mesti puter otak nyari tambahan untuk nyambung hidup di rantauan, belajar untuk tidak ngandelin kiriman orang tua. Dess...nikmatnya pas si anak kuliahan ngerasain bisa dapet uang jajan tambahan....hmm...biasanya bantuin ketik tugas temen,...biasanya pinjem barang dagangan temen trus jadi reseller dadakan ngiderin kampus, kadang jual baju,kadang jual parfume,kadang jual sepatu,haha... itu mah hobby neng... biasanya siap bikinin catering terima orderan anything, biasanya nyamar jadi penjual tempe mendoan, biasanya buka warung pindang dan pempek plus martabak ,biasanya jadi suplier kue kantin sekolahan....ups...semua off record coz ortu bisa nangis bombay kalo tau anaknya ternyata kesusahan jadi perantauan. Sip..pokoknya ortu taunya IPK anaknya aman dah.. lebih dikit di atas rata2... hehe...
Merantaulah....
Agar kamu menjadi pribadi mandiri,mampu mengerjakan tugas dan tanggung jawabmu tanpa tergantung pada orang lain...agar kamu pun terbiasa menyelesaikan dan mencari solusi semua permasalahanmu tanpa mengandalkan bantuan dari yang lain.... sebelum jadi anak rantau...mana tau urusan cuci baju sendiri, urusan masak, urusan berbenah rumah...sebelumnya ketika masih jadi anak rumahan semua biasa dikerjakan oleh asisten rumah tangga kesayangan,tapi dirantauan... mana ada judulnya asisten rumah tangga,semua wajib dan kudu dikerjain sendiri.
Merantaulah....Agar kamu tidak gampang merengek uang dan fasilitas kepada orang tua mu. dan agar kamu cukup tau diri dan tidak terbiasa tinggal sebut, trus orang tua yang kelimpungan siap sedia memenuhi kebutuhanmu, bikin repot orang tua lagi...orang tua lagi....
Merantaulah....Agar kamu juga tahu betapa indahnya hidup bersama di tempat asing dengan tetangga2 dan teman2 baru yang berasal dari berbagai daerah, yang memiliki beragam karakter, watak dan tabiat. Ada yg cuek, ada yg suka pemarah,ada yang ramah, ada yg mudah tersinggung, ada yg seenaknya sendiri,ada yg pengennya dimengerti tapi gak mau ngertiin orang lain, ada yg egois, ada yg tegar pun ada yg rapuh dengan masalah.
Merantaulah...agar kamu jadi pribadi yang mampu memahami orang lain dan mampu berinteraksi dengan luwesnya di lingkunganmu, pribadi yang kuat dan tidak manja dengan apapun masalah yang kamu hadapi. Menjadi pribadi yang tidak egois dengan keadaan sekitarmu....#merantau

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Hajjah Rahmah El- Yunusiyah

Ibu Hajjah Rahmah El-Yunusiyah, sosok yang jarang orang mengenalnya. Termasuk saya pribadipun belum pernah mengetahui sejarahnya. Suatu kesempatan pada Expo Pendidikan Islam (2017) Aku berkunjung ke stand Diniyyah Puteri Sumatera Barat dan mendapatkan kisah sejarahnya di sana. Dia adalah pendiri Perguruan Diniyyah Puteri (Al Madrasatut Diniyyah) pada 1 November 1923. Wanita kelahiran 29 Desember 1900 dan wafat 1969 ini merupakan pejuan g pendidikan yang gigih dan ikhlas berkorban ini terinspirasi untuk melakukan inovasi pendidikan Islam setelah mengikuti pendidikan pada Diniyyah School yang didirikan oleh kakaknya Zainuddin Labay El Yunusy tahun 1915. Ia lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang agamis dan sejak kecil ibunda Rahmah telah memiliki minat belajar yang tinggi. Selain belajar kepada Ayahnya Syaikh Muhammad Yunus dan kakaknya Zainuddin Labay El-Yunusiy, tercatat ada beberapa nama ulama yang menjadi tempat Ibunda Rahmah meuntut ilmu, dianta...

Surat Untuk Ibu

Ibu, Dulu aku tidak pernah tahu kenapa ibu sering marah karena kami tidak membantu pekerjaan rumah. Dulu aku pun tidak pernah tahu kenapa ibu sering meninggalkan kami di Rumah untuk bekerja. Dulu aku tidak mengerti mengapa Ibu kurang berselera makan dan kuat bergadang sambil mengompres dan menunggui kami yang sedang demam. Dulu aku juga tidak mengerti jika ibu khawatir karena kami tinggalkan dan tak menyentuh sepiring nasi goreng dan segelas susu hangat yan g disiapkan untuk sarapan kami. Dulu aku tidak paham kenapa ibu begitu sedih kalau ada diantara kami anak-anak yang membantah perintah dan perkataan ibu. Dulu aku juga tidak paham ketika ibu bergegas menyisihkan makanan jika ada salah satu diantara kami anak-anak Ibu yang belum pulang ke rumah. Ibu, seiring berjalannya waktu kini aku telah menjadi ibu dari dua orang anak yang mulai remaja, sekarang aku mengerti semuanya ibu. Andai ibu tidak pernah paksa kami membantu pekerjaan rumah,mungkin sekarang aku ...

Our favorite...

Makanan favorit keluarga kami adalah martabak telur dengan kuah kare. Sebenarnya makanan ini bukan hanya sekadar makanan favorit keluarga tetapi juga sebagai sumber penghidupan orang tua kami sejak aku belum lahir. Ayahku memperoleh ilmu membuat martabak Dari kakek buyutku yang berasal Dari Malabar India. Ayah mulai berjualan martabak sejak tahun 1972 di Palembang, makanya sejak kecil lidahku dan keluargaku sudah sangat akrab dengan martabak kare. Rasanya tiada hari yang dilewatkan tanpa sarapan martabak. Dan kesukaan ini kemudian juga menurun kepada anak dan para keponakan kami semua, kemanapun yang dicari martabak. Sejak beberapa tahun lalu warung martabak ayah sudah tidak ada lagi karena tidak Ada yang mengelolahnya seiring usia ayah yang sudah lanjut. Sesekali mengobati kerinduan pada martabak dengan membuat sendiri dan sesekali juga menerima pesanan. Berharap someday bisa punya resto martabak India. Akhirnya setelah selama ini masak tanpa ...