Ibu, Dulu aku tidak pernah tahu kenapa ibu sering marah karena kami tidak membantu pekerjaan rumah. Dulu aku pun tidak pernah tahu kenapa ibu sering meninggalkan kami di Rumah untuk bekerja. Dulu aku tidak mengerti mengapa Ibu kurang berselera makan dan kuat bergadang sambil mengompres dan menunggui kami yang sedang demam. Dulu aku juga tidak mengerti jika ibu khawatir karena kami tinggalkan dan tak menyentuh sepiring nasi goreng dan segelas susu hangat yang disiapkan untuk sarapan kami. Dulu aku tidak paham kenapa ibu begitu sedih kalau ada diantara kami anak-anak yang membantah perintah dan perkataan ibu. Dulu aku juga tidak paham ketika ibu bergegas menyisihkan makanan jika ada salah satu diantara kami anak-anak Ibu yang belum pulang ke rumah.
Ibu,
seiring berjalannya waktu kini aku telah menjadi ibu dari dua orang
anak yang mulai remaja, sekarang aku mengerti semuanya ibu. Andai ibu
tidak pernah paksa kami membantu pekerjaan rumah,mungkin sekarang aku
tidak pernah bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Aku juga telah
mengerti ternyata ibu harus bekerja untuk membantu ayah mencari nafkah,
itu karena kebutuhan biaya pendidikan kami. Aku juga telah merasakan
hilang selera ketika anak-anak sakit.
Ibu, sekarang aku mengerti betapa khawatirnya aku jika anak-anakku berangkat sekolah tanpa sarapan.
Ibu, sekarang aku tahu betapa sedihnya hati ketika anakku membantah dan tidak mengindahkan ucapan ibunya.Dan ibu, sekarang aku pun paham betapa aku ingin pastikan semua anak-anak mendapatkan hak yang sama dalam hal sekecil apapun termasuk makanan.
Ibu, Banyak hal yang sudah engkau ajarkan dan masih banyak yang harus kupelajari darimu ibu agar aku menjadi wanita yang lebih tangguh menjalani kehidupan ini. Dan sampai kapanpun aku selalu membutuhkanmu ibu sebagai keramat dan semangat hidupku. Aku selalu butuh doa dan ridhomu Ibu. Tanpamu pasti terasa hampa. Terima kasih ibu untuk semua cinta dan sayangmu yang mungkin belum terbalaskan.
Hikmah, Palembang 21/12/2018
#makmoodmenulis
#tantanganmakmood
#menulissuratuntukibu
#hariibu
Ibu, sekarang aku mengerti betapa khawatirnya aku jika anak-anakku berangkat sekolah tanpa sarapan.
Ibu, sekarang aku tahu betapa sedihnya hati ketika anakku membantah dan tidak mengindahkan ucapan ibunya.Dan ibu, sekarang aku pun paham betapa aku ingin pastikan semua anak-anak mendapatkan hak yang sama dalam hal sekecil apapun termasuk makanan.
Ibu, Banyak hal yang sudah engkau ajarkan dan masih banyak yang harus kupelajari darimu ibu agar aku menjadi wanita yang lebih tangguh menjalani kehidupan ini. Dan sampai kapanpun aku selalu membutuhkanmu ibu sebagai keramat dan semangat hidupku. Aku selalu butuh doa dan ridhomu Ibu. Tanpamu pasti terasa hampa. Terima kasih ibu untuk semua cinta dan sayangmu yang mungkin belum terbalaskan.
Hikmah, Palembang 21/12/2018
#makmoodmenulis
#tantanganmakmood
#menulissuratuntukibu
#hariibu
Komentar
Posting Komentar