Langsung ke konten utama

kalo jadi pedagang, yang bener dong....


Saya itu anak pedagang....dari kecil sudah melihat dan terlibat dalam keseharian orang tua yang berdagang. Sejak kuliah pun sudah jadi pengedar....pengedar beragam dagangan..baju kemeja, parfume dan sepatu...itu antara lain barang dagangan yang saya edarkan seingat saya dan saya sangat suka berdagang, dari dagang jadi sumber pencarian ketika belum ada pekerjaan tetap, sampai sekarangpun berdagang...dagang seperti yang tidak bisa dipisahkan.
"jujur" adalah kata yang selalu diingatkan dan dicontohkan ayah dan itu yang dijalaninya selama puluhan tahun menjalankan usaha warung martabak india dan toko kelontongan di rumah kami. Katanya kalo jadi pedagang itu , harus jadi pedagang yang bener.....Ada banyak pelajaran bermuamalat yang secara tidak langsung diajarkan pada kami yang sejak kecil suka ngerecokin di warung ayah dan itu seperti tertanam ketika sekarang kami berdagang.... pertama, bahwa dagang itu harus jujur, tidak boleh dagang kualitas barang jelek tetapi dikatakan bagus, apalagi zamannya olshop seperti sekarang ini, kita harus tahu barangnya sebelum kita tawarkan ke calon pembeli. Jangan cuma jual foto saja lalu menjual barang yang mirip (ingat...mirip itu tdk sama),kualitas kw sekian dari barang yang di foto, harga memang murah, tapi pembeli kecewa jika barang yang datang beda dengan yang dipilihnya di foto, ketika dikomplain biasanya nyolotan pedagang....hati2 kena sumpah serapah pembeli yang kecewa. Kedua, jika di lingkungan kita atau teman kita sudah ada yang jual suatu barang,jangan sekali-kali ikut menjual barang yang sama apalagi dengan harga yang lebih murah, itu sama saja kamu mengambil rezeki orang lain dan mematikan usaha orang lain, ketiga, jangan rusak akhlakmu dengan menyerobot dagangan orang, ada orang nawarin barang, eh kamu beli dan kamu coba selanjutnya kamu blusukan di wall nya cari suppliernya, kemudian kamu dagang dengan nyontek promosi orang itu,wah akhlakmu buruk ya....Keempat, kata ayah ngambil untung itu jangan berlebihan, apalagi sampai berlipat- lipat, bisa menimbulkan mudharat. Rezeki itu memang sudah ada jalannya masing2, sudah ada yang atur, tapi juga jangan melupakan akhlak dan etika mencarinya. Ada banyak keberkahan dalam berdagang , ketika kamu cari rezeki halal tetapi ada pihak yang kamu rugikan...ada pihak yang merasa tersakiti...bisa jadi rezekinya jadi haram buatmu dan keluargamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Don't judge the book by its cover..

Si genit Kesemek ...memang bener ya ungkapan...jangan menilai orang dari tampilan luarnya saja,  karena orang  yang terlihat buruk belum tentu buruk perangainya, wataknya,sifatnya  dan tabiatnya.Begitupun sebaliknya...orang yang terlihat baik, belum tentu juga baik daleman hatinya...mungkin saja baiknya karena ada apanya....ada udang dibalik bakwan mungkin ...sama seperti buah ini...."kesemek"...tampilannya kurang menarik...walaupun buah genit ini sudah pake bedak...masih aja gak cantik dipandang...masyaallah..setelah dikupas...cantik banget warnanya...kuning merona...manis banget....

Welcome 2019....

Terasa begitu cepat waktu berlalu, hari demi hari dilalui hingga tahun segera berlalu. Banyak hal yang dilalui tahun 2018, ada suka dan duka, ya begitulah namanya hidup. Kalo ditanya capaian apa di tahun 2018, rasanya tidak ada capaian yang super duper atau layak dapet award, tapi kalo dibilang gak ada capaian...sungguh artinya aku mengingkari nikmatNya yang tak terhingga, pokokn ya yo wess lah...lets gone be by gone..yang lalu biarlah berlalu begitulah kira-kira, biar hati lebih plong, bahagia pastinya. Lepaskan mereka yang telah menyakiti, lepaskan mereka yang telah mengecewakan, lepaskan mereka yang telah melukai perasaan, lepaskan mereka yang menzholimi kita. Harus banyak bersyukur, perbanyak pula ikhlas, apa yang telah dilalui susah dan senang pastinya selalu ada pelajaran buat kita, pun apa yang terjadi di sekitar kita juga patut kita ambil maknanya. Beberapa waktu mendekati penghujung tahun, begitu banyak bencana yang terjadi, gempa Lombok dan Palu, ada ju...

Ibu.....

Kamu tidak akan mengerti betapa besarnya kasih sayang orang tua kepadamu,selama kamu belum pernah menjadi orang tua. Terlalu sakit dan pedihnya hati orang tua menerima penolakan dan acuhmu, tidak akan kamu pahami sebelum kamu menjadi orang tua. Kamu tidak akan mengerti menghargai keberadaan seseorang, jika kamu belum pernah merasakan kehilangan, mereka tidak mintakan pamrih dan balas budi... cuma butuhkan kasih sayang dan bentuk perhatianmu...terlambat tidak ada gunanya ...terima kasih untuk semua limpahan kasih sayang dan perhatian yang tidak akan mampu kami balaskan, mencoba pahami rasa cinta kalian setelah kami menjadi orang tua, takut akan karma menjadi orang tua yang diabaikan jika kami mengabaikanmu... # emak2qu # orangtuaqu # anak2qu