Langsung ke konten utama

Lebih Baik Gelas Kosong daripada Gelas yang Terisi Penuh




Pada kenyataannya yang sebenarnya ketika kita merasa haus kita pasti memilih gelas yang terisi penuh daripada gelas yang kosong, tetapi dalam menjalani kehidupan dan pergaulan ada baiknya kita menempatkan diri kita menjadi gelas kosong. Sering ketika kita bertemu dengan orang baru atau ada seseorang yang hadir dalam lingkungan kita, kita atau teman lain berpikir “nih orang sok tau banget”....ups jangan sampe kita yang dapet julukan “si sok tau”.

“si sok tau” itu adalah “si gelas penuh”, gelas penuh yang jika dituang lagi pasti isinya beluber kemana-mana. Biasanya si sok tau itu memposisikan dirinya menjadi orang yang paling tahu segala hal dan tidak mau menerima hal lain atau pendapat lain selain yang sudah ada dipikirannya, merasa paling benar itu yang ada dipikirannya, tidak peduli hal lainnya, padahal jika kita masuk di lingkungan baru, kita lah yang harus menyesuaikan diri, bukan orang banyak yang harus menyesuaikan diri mereka dengan kita, seperti peribahasa masuk kandang kambing mengembik.....

Jangan berharap menjadi si sok tahu yang know everything menjadikan seseorang terlihat superior dibanding yang lain...at least bakal diterima ...oh...no..there's no respect for you....tidak ada seorangpun yang suka dengan si sok tau atau si gelas penuh, tidak ada nilai plus yang kita dapat ketika kita menjadi gelas penuh yang tidak menyerap ilmu apapun yang lewat dalam obrolan keseharian kita, tidak ada nasehat yang masuk yang mungkin berguna buat kita, tidak ada makna yang diperoleh dari percakapan yang dilakukan. Alangkah banyak kerugian yang didapat dari kesombongan yang dibangun si gelas penuh yang disebelin lingkungannya. Jangan ditiru ya kawan....

Memposisikan diri menjadi “si gelas kosong” bukan berarti membuat orang menilai kita menjadi seseorang yang tidak tahu apa- apa. Tidak ada salahnya kita merasa tidak tahu apa-apa karena kita memang belum tahu kondisi medan baru di depan kita. Menjadi si gelas kosong memudahkan diri kita diupgrade dengan banyak ilmu, banyak motivasi dan nasehat, berbagai macam kebaikan, mengeluarkan mindset negatif dipikiran kita dan menggantinya dengan mindset positif.

Menjadi si gelas kosong tidak serta merta membuat diri kita dengan mudah diatur seenaknya oleh orang lain dan menjadi pengekor saja karena setiap orang pada dasarnya sudah mempuyai base pikiran dan sudut pandang masing-masing terhadap suatu persoalan atau permasalahan. Seseorang yang luwes memposiskan dirinya menjadi si gelas kosong terlihat elegan dan lebih pintar daripada si gelas penuh dengan segala ke sok tauannya yang cenderung minim.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merantaulah

Merantaulah.... Agar kamu tahu hidup ini tidak seindah yang kamu bayangkan. Ketika kamu merantau sebagai anak kuliahan, uang jajanmu tiba-tiba habis padahal kiriman orang tua masih lama, duh mesti puter otak nyari tambahan untuk nyambung hidup di rantauan, belajar untuk tidak ngandelin kiriman orang tua. Dess...nikmatnya pas si anak kuliahan ngerasain bisa dapet uang jajan tambahan....hmm...biasanya bantuin ketik tugas temen,...biasanya pinjem barang dagangan temen trus j adi reseller dadakan ngiderin kampus, kadang jual baju,kadang jual parfume,kadang jual sepatu,haha... itu mah hobby neng... biasanya siap bikinin catering terima orderan anything, biasanya nyamar jadi penjual tempe mendoan, biasanya buka warung pindang dan pempek plus martabak ,biasanya jadi suplier kue kantin sekolahan....ups...semua off record coz ortu bisa nangis bombay kalo tau anaknya ternyata kesusahan jadi perantauan. Sip..pokoknya ortu taunya IPK anaknya aman dah.. lebih dikit di atas r...

Humas dan Media Massa Oleh:hikmah.Romalina (pranata humas Kemenag)

Humas dan media massa sangat terkait erat didalam menyampaikan informasih pada masyrakat. Keduanya , berfungsih membentuk nilai berita dimata public “media massa mengarahkan nilai berita tersebut pada kepentingan masyrakat sedangkan humas mengarahkannya kepada kepentingan lembaga. Opini yang berkembang dimasyrakat dan mengpengaruhi cara media atau humas berkomunikasih .sebaliknya ,komunikasih yang dilakukan media atau humas juga bisa mengpengaruhi opini yang berkembang di masyarakat . Humas memiliki fungsi manajemen yang membantu pencapaian sasaran organisasi ,merumuskan filosofi dan memfasilitasi perubahan, humas harus berkomunikasih dengan seluruh publik internal dan external agar mencapai hubungan positif dan konsistensi antara tujuan organisasi dan hamparan masyrakat. Seorang petugas humas harus memiliki jiwa entrepreneur dan juga harus bisamenjadi hubungan baik dengan kalangan wartawan yang mewakili media massa.hal itu perlu karena wartawan yang mewakili media massa. Hal itu ...

merasaseleb

Gak usah sentimen2 bgt sama aq, nanti takutnya malah jadi suka pake banget sama aq. Gak perlu sentimen berat sama aq, karena aq dan kamu itu beda zaman. Aq dan kamu  beda era, aq dan kamu beda level dan label nya. Hehehe...beruntungnya aq karena kamu sentimenin, artinya aq punya sesuatu dong yang bikin kamu iri...atau aq sih curiganya kamu jealous sama aq. Hmm... Kamu jatuh cinta kamu sama aq y?  Hehehe...Pasti gak aq bales ya??? makanya kamu sampe jumpalitan gitu kayaknya kesel banget... Kamu itu lucu... Ngurusin urusan yg bukan level kamu, emangnya kurang kerjaan??? Aq sih merasa geer aja kalo kamu sibuk ngurusin aq...pengen aq terikin saya mah apa atuh??? Gak apa2 dong kalo aq geer.. Yang pasti aq gak ambil pusing kalo kamu musingin aq...#edisimerasaseleb...