Langsung ke konten utama
Hadeew...alangke peneeng buka fb, beseliweran foto yg lagi bangga pamer karena punya maenan baru....yg ke 3...emang dah lama ya punya yang ke 2....dah lanjut episode 3 aja...jadi rame kan pro kontra nya......dem situ apanya ya...kok sibuk banget belain...kok sibuk hujat...
yang sibuk bela..sok atuh dicobain aja kalo penasaran rasanya dipoligami...suruh aja lakinya cari bini lagi biar tahu sakit tidaknya dipoligami..atau silakan nambah istri lagi, biar rumahnya nambah rame piring terbang...hehe... semoga bisa adil... semoga kamu bisa menikmati pahit manisnya rumah tangga poligami, tidak perlu anda maksain orang lain sepaham dengan anda..
poligami memang ada tuntunan agamanya...
bukan berarti yang tidak ingin dipoligami itu tidak mengindahkan hal yang ada tuntunan agamanya dan bukan berarti yang siap dipoligami itu paling mantep pemahaman agamanya atau paling tinggi kesholehannya.... tapi masing2 orang punya prinsip kehidupan rumah tangganya...mau berpoligami atau dipoligami kah....atau pilih untuk setia dan jadi the only one...
Buat kamu yg sibuk ngehujat...wess diem ae...gak usah nambah2 kerjaan ngurusin rumah tangga orang, kenal juga nggak... yang jalani kehidupan poligami juga bukan kamu...dan berdoa saja kehidupan rumah tangga yang berpoligami tidak jadi takdirmu...karena manusia mau bagaimana lagi kalo Allah yang takdirkan begitu.
dan buat kamu para suami yang ingin berpoligami....silakan saja tapi pikirkan baik buruknya dulu...jangan karena kesenangan nafsumu semata...jangan bersembunyi dibalik ucapan daripada saya berzina mending saya menikah lagi....bukan seperti itu ... harap pahami betul arti kata adil yang menjadi tuntunan Rasulullah....tolong juga pahami betul ikhlas istri mu bukan ikhlas yang dipaksakan karena rumah tangga harus saling ikhlas, saling nyaman dan saling ridho...
Hargai perasaan istrimu jika ia menolak dipoligami, karena sesungguhnya ia pasti inginkan surga yang dijanjikan dari rasa ikhlasnya untuk dipoligami, tapi apadaya jika memang istrimu tidak sanggup menjalaninya, pasti sangat berat bagi istrimu...berbahagialah.. ketika istrimu punya rasa cemburu besar sehingga tidak inginkan berbagi dengan wanita lain.
pahami perasaan keluargamu, perasaan anak2 mu, istrimu, menantumu atau cucumu...siapkah mereka... ketika harus kamu umumkan pernikaham kedua mu...ketigamu atau keempatmu...jangan cuma kebanggaanmu karena berhasil menyandingkan istri2mu yang terlihat akur di depan umum.
Perhatikan perasaan anak2mu...apakah mereka cukup siap dengan kehidupan keluarga yang mungkin berbeda dari kehidupan keluarga teman2nya, jangan korbankan perasaan anak2mu karena memaksakan egoismu.
Buat kamu yang menjadi wanita kedua...ketiga...atau entah ke berapa.... pikirkan baik2 sebelum memutuskan menikah dengan suami orang ...jangan sampai kebahagiaanmu merusak kebahagiaan wanita lain...karena suatu saat mungkin saja kamupun akan merasakan ada wanita berikutnya yang juga akan merebut kebahagiaan kamu.
Apapun pilihan anda...silakan jalani saja....namanya hidup pasti ada pilihan...mau setuju atau tidak setuju berpoligami juga pilihan... berumah tangga itu ibadah...ketika ibadahmu kamu umbar ....timbulnya riya...ketika riyamu muncul...sia2 pahala ibadahmu...alangkah meruginya...
ingat juga...media sosial itu milik orang banyak...urusan dalam negeri rumah tanggamu cukup menjadi konsumsi internal yang gak perlu over publikasi....kasihan anak saya yang masih abege...liat hal yang gak lazim di fb....three in one...ups itu mah joki ya....hehe... see u ..bye..bye...ah....silakan tentukan pilihan anda dari sekarang....keep istiqomah...8102017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Hajjah Rahmah El- Yunusiyah

Ibu Hajjah Rahmah El-Yunusiyah, sosok yang jarang orang mengenalnya. Termasuk saya pribadipun belum pernah mengetahui sejarahnya. Suatu kesempatan pada Expo Pendidikan Islam (2017) Aku berkunjung ke stand Diniyyah Puteri Sumatera Barat dan mendapatkan kisah sejarahnya di sana. Dia adalah pendiri Perguruan Diniyyah Puteri (Al Madrasatut Diniyyah) pada 1 November 1923. Wanita kelahiran 29 Desember 1900 dan wafat 1969 ini merupakan pejuan g pendidikan yang gigih dan ikhlas berkorban ini terinspirasi untuk melakukan inovasi pendidikan Islam setelah mengikuti pendidikan pada Diniyyah School yang didirikan oleh kakaknya Zainuddin Labay El Yunusy tahun 1915. Ia lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang agamis dan sejak kecil ibunda Rahmah telah memiliki minat belajar yang tinggi. Selain belajar kepada Ayahnya Syaikh Muhammad Yunus dan kakaknya Zainuddin Labay El-Yunusiy, tercatat ada beberapa nama ulama yang menjadi tempat Ibunda Rahmah meuntut ilmu, dianta...

Surat Untuk Ibu

Ibu, Dulu aku tidak pernah tahu kenapa ibu sering marah karena kami tidak membantu pekerjaan rumah. Dulu aku pun tidak pernah tahu kenapa ibu sering meninggalkan kami di Rumah untuk bekerja. Dulu aku tidak mengerti mengapa Ibu kurang berselera makan dan kuat bergadang sambil mengompres dan menunggui kami yang sedang demam. Dulu aku juga tidak mengerti jika ibu khawatir karena kami tinggalkan dan tak menyentuh sepiring nasi goreng dan segelas susu hangat yan g disiapkan untuk sarapan kami. Dulu aku tidak paham kenapa ibu begitu sedih kalau ada diantara kami anak-anak yang membantah perintah dan perkataan ibu. Dulu aku juga tidak paham ketika ibu bergegas menyisihkan makanan jika ada salah satu diantara kami anak-anak Ibu yang belum pulang ke rumah. Ibu, seiring berjalannya waktu kini aku telah menjadi ibu dari dua orang anak yang mulai remaja, sekarang aku mengerti semuanya ibu. Andai ibu tidak pernah paksa kami membantu pekerjaan rumah,mungkin sekarang aku ...

Our favorite...

Makanan favorit keluarga kami adalah martabak telur dengan kuah kare. Sebenarnya makanan ini bukan hanya sekadar makanan favorit keluarga tetapi juga sebagai sumber penghidupan orang tua kami sejak aku belum lahir. Ayahku memperoleh ilmu membuat martabak Dari kakek buyutku yang berasal Dari Malabar India. Ayah mulai berjualan martabak sejak tahun 1972 di Palembang, makanya sejak kecil lidahku dan keluargaku sudah sangat akrab dengan martabak kare. Rasanya tiada hari yang dilewatkan tanpa sarapan martabak. Dan kesukaan ini kemudian juga menurun kepada anak dan para keponakan kami semua, kemanapun yang dicari martabak. Sejak beberapa tahun lalu warung martabak ayah sudah tidak ada lagi karena tidak Ada yang mengelolahnya seiring usia ayah yang sudah lanjut. Sesekali mengobati kerinduan pada martabak dengan membuat sendiri dan sesekali juga menerima pesanan. Berharap someday bisa punya resto martabak India. Akhirnya setelah selama ini masak tanpa ...