Langsung ke konten utama

Berprasangka baiklah atas ketetapan Allah.....



Ketika kita punya keinginan...ketika kita punya impian...ketika kita punya hajat...pasti yang utama kita harapkan adalah tercapai semuanya. Mungkin berbagai cara pun kita lakukan untuk mendapatkannya.berdoapun tak lupa kita panjatkan.tapi apa mau dikata jika takdir yang ditetapkan Nya ternyata berbeda dengan yang kita harapkan...kecewa pasti...bersedih juga boleh...tapi jangan pernah salahkan ketetapan Allah untuk mu...karena sungguh kita tidak pernah tahu apa rencana Allah untuk kita nantinya.karena sesungguhnya yang baik menurutmu belum tentu baik menurut Dia....begitupun sebaliknya. Kenapa mesti marah seolah kita tak meyakini takdirNya. kenapa pula mesti kesal seperti kita berburuk sangka pada ketetapan Allah..Ikhlaskan dengan ketetapanNya...ingat sob..."Sesungguhnya aku seperti sangkaan hambaku".... maka ingatlah untuk selalu berbaik sangka pada Robmu...ketika keinginanmu belum dikabulkan, ketika doamu belum diijabah...layak bagimu untuk koreksi diri...koreksi amalmu...koreksi ibadahmu...selayaknya sering kita lakukan pada anak anak kita ketika meminta sesuatu pastinya akan kita pertimbangkan baik buruknya terlebih dahulu...atau kadang kita lihat bagaimana sikap dan lakunya sebelum kita berikan reward yang mereka inginkan.Begitupun Allah dengan ketetapanNya....Maka dekat dan semakin mendekat...dan satu hal juga yang mesti diyakini bahwa hal yang belum digariskan dan ditakdirkan Allah buat kita, tidak akan pernah kita dapatkan walaupun berbagai cara diupayakan. Tapi jika hal tersebut sudah ditetapkan Nya sebagai takdir kita...dengan cara apapun pasti akan datang kepada kita....
SelfreminderonRamadhanbarokahJuni2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Hajjah Rahmah El- Yunusiyah

Ibu Hajjah Rahmah El-Yunusiyah, sosok yang jarang orang mengenalnya. Termasuk saya pribadipun belum pernah mengetahui sejarahnya. Suatu kesempatan pada Expo Pendidikan Islam (2017) Aku berkunjung ke stand Diniyyah Puteri Sumatera Barat dan mendapatkan kisah sejarahnya di sana. Dia adalah pendiri Perguruan Diniyyah Puteri (Al Madrasatut Diniyyah) pada 1 November 1923. Wanita kelahiran 29 Desember 1900 dan wafat 1969 ini merupakan pejuan g pendidikan yang gigih dan ikhlas berkorban ini terinspirasi untuk melakukan inovasi pendidikan Islam setelah mengikuti pendidikan pada Diniyyah School yang didirikan oleh kakaknya Zainuddin Labay El Yunusy tahun 1915. Ia lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang agamis dan sejak kecil ibunda Rahmah telah memiliki minat belajar yang tinggi. Selain belajar kepada Ayahnya Syaikh Muhammad Yunus dan kakaknya Zainuddin Labay El-Yunusiy, tercatat ada beberapa nama ulama yang menjadi tempat Ibunda Rahmah meuntut ilmu, dianta...

Surat Untuk Ibu

Ibu, Dulu aku tidak pernah tahu kenapa ibu sering marah karena kami tidak membantu pekerjaan rumah. Dulu aku pun tidak pernah tahu kenapa ibu sering meninggalkan kami di Rumah untuk bekerja. Dulu aku tidak mengerti mengapa Ibu kurang berselera makan dan kuat bergadang sambil mengompres dan menunggui kami yang sedang demam. Dulu aku juga tidak mengerti jika ibu khawatir karena kami tinggalkan dan tak menyentuh sepiring nasi goreng dan segelas susu hangat yan g disiapkan untuk sarapan kami. Dulu aku tidak paham kenapa ibu begitu sedih kalau ada diantara kami anak-anak yang membantah perintah dan perkataan ibu. Dulu aku juga tidak paham ketika ibu bergegas menyisihkan makanan jika ada salah satu diantara kami anak-anak Ibu yang belum pulang ke rumah. Ibu, seiring berjalannya waktu kini aku telah menjadi ibu dari dua orang anak yang mulai remaja, sekarang aku mengerti semuanya ibu. Andai ibu tidak pernah paksa kami membantu pekerjaan rumah,mungkin sekarang aku ...

Our favorite...

Makanan favorit keluarga kami adalah martabak telur dengan kuah kare. Sebenarnya makanan ini bukan hanya sekadar makanan favorit keluarga tetapi juga sebagai sumber penghidupan orang tua kami sejak aku belum lahir. Ayahku memperoleh ilmu membuat martabak Dari kakek buyutku yang berasal Dari Malabar India. Ayah mulai berjualan martabak sejak tahun 1972 di Palembang, makanya sejak kecil lidahku dan keluargaku sudah sangat akrab dengan martabak kare. Rasanya tiada hari yang dilewatkan tanpa sarapan martabak. Dan kesukaan ini kemudian juga menurun kepada anak dan para keponakan kami semua, kemanapun yang dicari martabak. Sejak beberapa tahun lalu warung martabak ayah sudah tidak ada lagi karena tidak Ada yang mengelolahnya seiring usia ayah yang sudah lanjut. Sesekali mengobati kerinduan pada martabak dengan membuat sendiri dan sesekali juga menerima pesanan. Berharap someday bisa punya resto martabak India. Akhirnya setelah selama ini masak tanpa ...