Kata2 yang sebenarnya sering kita dengar sebagai nasihat tapi juga seringkali di hati menolak membenarkan nasihat itu, sehingga terkadang untuk menolong orang lain tidak pernah terpikirkan akan disalah artikan oleh otak "kotor" orang lain. Ya bagi saya begitu...kalo kita niat baik tapi dinilai tidak baik oleh seseorang...tentu orang itu punya otak "kotor" yang juga mungkin sekotor hatinya.
Kembali tergelitik ketika ada sahabat yang mengucapkan...
“Niat baik, belum tentu dinilai baik dimata orang lain“
Hmm...menurut saya, ketika kita berniat ingin berbuat baik misalnya dengan menolong orang pastinya juga kita tidak ingin yang kita lakukan malah menyulitkan diri kita sendiri. Tapi mungkin sudah zamannya, ketika memiliki niat baik harus kita pikirkan bahwa belum tentu akan dianggap baik... mungkin yaa....
Tetapi sebenarnya, ketika ada seseorang dengan pikiran "kotor" nya menganggap kebaikan seseorang kepada orang lain atau kepada dirinya adalah karena ada suatu hal...karena ada keuntungan yang didapat, sebenarnya dia sedang menunjukan nilai dirinya sendiri...ternyata jika dia berbuat baik kepada orang lain akan selalu memperhitungkan keuntung yang akan diperoleh...mungkin bisa jadi bernilai rupiah..sepatutnya si hati "kotor" koreksi diri...apa sudah layak menilai orang padahal hidupnya juga belum lah sempurna.
Tapi sudah lah....tak penting memperoleh penilaian baik dari manusia, apalagi hanya manusia yang kualitasnya ala kadar...cukup penilai Allah yang dicari. Tak perlu risaukan penilaian orang lain...anggap saja maqom kita berbeda dengan dia...teruslah berbuat baik semampu kita bisa...menolong hanya yang butuh pertolongan...cukup Allah yang memberi penilaian dan pahalanya....senyumin saja kalo ketemu si nyinyir berhati kotor...biarkan dia dapat keuntungan berlipat dari "kotor hatinya.
#Sahurontrain 01062018
Hmm...menurut saya, ketika kita berniat ingin berbuat baik misalnya dengan menolong orang pastinya juga kita tidak ingin yang kita lakukan malah menyulitkan diri kita sendiri. Tapi mungkin sudah zamannya, ketika memiliki niat baik harus kita pikirkan bahwa belum tentu akan dianggap baik... mungkin yaa....
Tetapi sebenarnya, ketika ada seseorang dengan pikiran "kotor" nya menganggap kebaikan seseorang kepada orang lain atau kepada dirinya adalah karena ada suatu hal...karena ada keuntungan yang didapat, sebenarnya dia sedang menunjukan nilai dirinya sendiri...ternyata jika dia berbuat baik kepada orang lain akan selalu memperhitungkan keuntung yang akan diperoleh...mungkin bisa jadi bernilai rupiah..sepatutnya si hati "kotor" koreksi diri...apa sudah layak menilai orang padahal hidupnya juga belum lah sempurna.
Tapi sudah lah....tak penting memperoleh penilaian baik dari manusia, apalagi hanya manusia yang kualitasnya ala kadar...cukup penilai Allah yang dicari. Tak perlu risaukan penilaian orang lain...anggap saja maqom kita berbeda dengan dia...teruslah berbuat baik semampu kita bisa...menolong hanya yang butuh pertolongan...cukup Allah yang memberi penilaian dan pahalanya....senyumin saja kalo ketemu si nyinyir berhati kotor...biarkan dia dapat keuntungan berlipat dari "kotor hatinya.
#Sahurontrain 01062018
Komentar
Posting Komentar