Langsung ke konten utama

PERAN PETUGAS HUMAS Oleh : Hikmah Romalina,S.Sos (Pranata Humas Ahli Pertama)



Dalam sebuah instansi atau lembaga peran humas sangat lah penting dan merupakan posisiyang sangat strategis, tetapi hal ini kerap kali dilupakan dan diabaikan, bahkan tidak sedikit yangberanggap kenapa selalu humas yang mesti berperan, padahal masih banyak yang lain. Banyak jugayang masih beranggapan humas hanya sebagai fotografer atau tukang foto dalam suatu kegiatanatau event ada juga yang mengatakan humas itu adalah Master of Ceremony (MC) suatu acara,memang sebenarnya fotografer dan MC hanya sebagian kecil kemampuan yang harus dimiliki oleh petugas humas atau pranata humas atau public relations (PR). Seorang pranata humas wajibmengamalkan ilmu fotografi dan ilmu jurnalistik yang didapat di bangku kuliah utuk melakukantugas peliputan, selain itu juga harus mengembangkan kemampuan membawakan sebuah acarasebagai MC. Tetapi bukan berarti hanya sebatas itulah peran dan kemampuan seorang petugas humas instansi/lembaga/organisasi.Baik buruknya image sebuah instansi atau lembaga sangat tergantung dari apa yangdilakukan humas, sangat tergantung dari sejauh mana humas berperan. Sebagai sebuah profesi seorang humas bertanggung jawab untuk memberikan informasi , mendidik, meyakinkan, meraihsimpati, dan membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu atau membuat masyarakatmengerti dan menerima sebuah situasi. Dalam merumuskan kebijakan instansi atau lembaga ,biasanya humas dilibatkan, sehingga kebijakan yang dihasilkan adalah kebijakan yangmenguntungkan publik internal dan publik eksternal, oleh sebab itu petugas humas bertugas danharus berkemampuan menganalisa permasalahan dengan baik sebelum mengusulkan suatu kebijakan yang diharapkan untuk diputuskan sebagai kebijakan instansi atau lembaganya. Pranata humas harus benar-benar menganalisa dengan teliti dan hati-hati. Analisis yang salah dapat menimbulkan permasalahan atau konflik serius yang dapat merugikan instansi/lembaga/organisasi. Tugas Humas Ada tiga tugas humas dalam organisasi/lembaga yang berhubungan erat dengan tujuan dan fingsi humas. Ketiga tugas tersebut adalah sebagai berikut:
1. Menginterpretasikan, menganalisis dan mengevaluasi kecenderungan perilaku publik, kemudian direkomendasikan kepada manajemen untuk merumuskan kebijakanorganisasi/lembaga.
2. Mempertemukan kepentingan organisasi/lembaga dengan kepentingan publik Kepentingan organisasi/lembaga dapat jadi jauh berbeda dengan kepentinga publik dan sebaliknya, namun dapat juga kepentingan ini jauh berbeda bahkan dapat juga kepentingannya sama.
3.Mengevaluasi program-program organisasi/lembaga,khususnya yang berkaitan dengan publik. Tugas mengevaluasi program manajemen ini mensyaratkan kedudukan dan wewenang humas yang tinngi dan luas. Karena tugas ini dapat berarti humas memiliki wewenang untuk memberi nasehat apakah suatu program sebaiknya di teruskan ataukah ditunda/dihentikah. Peran humas sangat dibutuhkan dalam menentukan kebijakan yang diambil baik atau tidak bagi instansi atau lembaganya. Peranan Petugas Humas Peranan humas dapat digolongkan menjadi 4 (empat) peran, diantanya yaitu: 1. Expert Preciber Communication, Petugas humas atau pranata humas dianggap sebagai seorang ahli. Dia menasehati pimpinan perusahaan/ organisasi, dia memberikan masukan tentang kebijakan menyangkut lembaga/ organisasi/ instansi yang akan diambil oleh pimpinan. hubungan mereka diibaratkan seperti hubungan dokter dan pasien.
2. Problem Solving Process Facilitator, Petugas humas atau pranata humas berperan sebagai fasilitator dalam proses pemecahan masalah. Pada peranan ini petugas humas melibatkan diri atau dilibatkan dalam setiap manajemen krisis atau penanganan masalah menyangkut lembaga/ instansi/ organisasi. Dia menjadi anggota tim, bahkan bila memungkinkan menjadi pimpinan ( leader) dalam penanganan krisis manajemen.
3. Communication Facilitator, Petugas humas berperan sebagai fasilitator komunikasi antara perusahaan/organisasi dengan publik. Baik dengan publik exsternal maupun internal. Istilah yang paling umum adalah sebagai jembatan komunikasi antara publik dengan perusahaan. Sebagai media atau penengah bila terjadi kesalahan pahaman berkomunikasi atau miss communication.
4. Tehnician Comunication, Petugas humas dianggap sebagai pelaksana teknis komunikasi. Dia melayani layanan di bidang  teknis, sementara kebijakan dan keputusan teknik komunikasi mana yang akan digunakan bukan merupakan keputusan petugas humas, melainkan keputusan manajemen dan petugas humas yang  melaksanakan. Peranan yang paling sering dilakukan petugas humas sangat atau pranata humas tergantung dari beberapa hal, Antara lain system budaya organisasi/perusahaannya, tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas, struktur organisasi/perusahaan yang menentukan wewenang dan kebijakan humas, serta ciri khas kehumasan sebuah organisasi/perusahaan. Sementara peranan ideal menginginkan humas dapat terlibat hingga di tingkat managerial atau tingkat pengambil kebijakan. Profil Petugas Humas Memang tidak mudah menggambarkan profil petugas humas, namun dari beberapa buku disebutkan enam criteria yang merangkum kualitas yang harus dimiliki seorang petugas humas atau pranata humas atau public relations, antara lain;
1. Mampu menghadapi semua orang yang memiliki aneka ragam karakter dengan baik;
2. Mampu berkomunikasi dengan baik, menjelaskan segala sesuatu dengan jelas dan lugas baik lisan maupun tertulis,atau bahkan secara visual;
3. Mampu mengorganisir segala sesuatu, termasuk dalam perencanaan program;
4. Memiliki integritas personal, baik dalam profesi maupun kehidupan pribadi;
5. Mempunyai imajinasi;
6. Serba tahu, dalam hal ini adalah akses informasi yang seluas-luasnya.
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan kriteria ideal adalah kemampuan dalam hal manajemen, keterampilan, dan kepribadian. Gambaran umum tentang profil petugas humas dan kualifikasi yang dimilikinya sebagai berikut. Petugas humas haruslah orang yang memiliki kerampilan, khususnya di bidang penulisan, mendengarkan, berbicara, membaca dan menggunakan alat-alat komunikasi lainnya, mampu berbahasa Inggris jika memungkinkan.Pranata humas harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang berbagai macam mediadan memahami proses manajeman. Pranata humas harus memiliki kemampuan dalam memecahkan suatu masalah, dalam mengambil keputusan, mengelola opini public, mengevaluasi kecenderungan perilaku dan respon public. Petugas humas juga harus memiliki selera dan perilaku yang baik tentang etika, simpati, dan empati, kepemimpinan, semangat, kreativitas dan imajiasi, kematangan/stabilitas kepribadian serta integritas pribadi. Petugas humas dituntut cakap dalam bekerja, rapi dan pantas serta tidak berlebihan dalam berpakaian, santun dan sopan dalam bertutur kata dan bersikap, petugas humas juga harus supel dalam pergaulan tidak boleh membeda-bedakan dan menunjukan sikap arogan karena petugas humas sebagai etalase dari sebuah instasi/ lembaga/ organisasi. Petugas humas harus mampu memberikan solusi terhadap permasalahan atau kasus yang disampaikan kepadanya. Setiap tamu, yang datang ke humas untuk bertanya tentang suatu hal, maka sudah menjadi kewajiban petugas humas untuk memberikan jawaban dan solusi kepada yang bertanya, ada perasaan bersalah jika orang yang datang bertanya ke humas tetapi tidak memperoleh solusi dan jawaban dari pertanyaan atau permasalahnnya. Karakteristik Hubungan Masyarakat Ada 4 (empat) ciri utama humas yang disebut sebagai karakteristik humas, diantaranya yaitu ;
1. Adanya Upaya Komunikasi Yang Bersifat Dua Arah Hakekat humas adalah komunkasi. Namun tidak semua komunikasi dikatakan humas. Komunikasi yang menjadi ciri kehumasan adalah komunikasi dua arah yang memungkinkan terjadinya arus informasi timbal balik.
2. Sifatnya Terencana, Sifat humas yang terencana mengandung pengertian bahwa kerja /aktivitas humas merupakan kerja /aktivitas yang berkesinambungan, memiliki metode terintegrasi dengan bagian lain dan hasilnya tangible nyata. Syarat terencana dan dan berkesinambungan ini merupakan salah satu sarat yang dinilai dalam kompetisi tertinggi program PR internasional,yakni Golden World Award For Excellence in PR (GWA).
3. Berorientasi Pada Organisasi / Lembaga Dengan mencermati orientasi tersebut, maka syarat mutlak dalam kerja humas adalah pemahaman yang tinggi terhadap visi,misi, dan budaya organisasi / lembaga. Visi, misi, dan budaya organisasi / lembaga inilah yang menjadi materi utama humas, sehingga dapat mencapai tujuan humas dan mendukung tujuan manajemen lainnya, termasuk tujuan marketing.
4. Sasarannya Adalah Publik Yaitu suatu kelompok dalam masyarakat yang memiliki karakteristik kepentingan yang sama. Jadi sasaran humas bukanlah perorangan, hal ini perlu disampaikan sebab masih ada orang yang mengistilahkan PR sebagai Personal Relation. Humas Pemerintah Humas pemerintah pada dasarnya tidak bersifat politis. Bagian humas di institusi pemerintahan dibentuk untuk mempublikasikan atau mempromosikan kebijakan-kebijakan mereka. Tugas pemerintah memang sangat berat, sebab masyarakat yang dihadapi terdiri dari berbagai publik dengan kepentingan yang sangat komplek pula. Hal ini memang tidak lepas dari “karakteristik” yang meletak dalam setiap program/kegiatan pemerintah, antara lain sebagai berikut :
1. Program pemerintah ditunjuk untuk masyarakat luas. Dengan berbagai latar belakang, karakter, ekonomi, pendidikan (intelejensi) yang beragam;
2. Sering kali hasilnya abstrak, yang sulit dilihat dalam waktu dekat, bahkan dalam jangka yang panjang sekalipun, karena sifatnya yang integral dan berkesinambungan;
3. Program pemerintah selalu mendapat controlling / pengawasan dari berbagai kalangan terutama pers, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan sebagainya. Kebanyakan humas pemerintah diarahkan untuk hubungan dengan media, masalah umum, dokumentasi dan publikasi. Sementara itu, kegiatan-kegiatan yang biasanya ditangani oleh humas antara lain adalah konferensi pers, membuat pers release, kliping media cetak, pameran-pameran, penerbitan media internal, mengorganisir pertemuan dengan masyarakat, penerangan melalui berbagai media komunikasi bagi masyarakat, mendokumentasi berbagai kegiatan instansi, mengorganisir kunjungan-kunjungan para pejabat,menerima keluhan masyarakat/ pubik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Hajjah Rahmah El- Yunusiyah

Ibu Hajjah Rahmah El-Yunusiyah, sosok yang jarang orang mengenalnya. Termasuk saya pribadipun belum pernah mengetahui sejarahnya. Suatu kesempatan pada Expo Pendidikan Islam (2017) Aku berkunjung ke stand Diniyyah Puteri Sumatera Barat dan mendapatkan kisah sejarahnya di sana. Dia adalah pendiri Perguruan Diniyyah Puteri (Al Madrasatut Diniyyah) pada 1 November 1923. Wanita kelahiran 29 Desember 1900 dan wafat 1969 ini merupakan pejuan g pendidikan yang gigih dan ikhlas berkorban ini terinspirasi untuk melakukan inovasi pendidikan Islam setelah mengikuti pendidikan pada Diniyyah School yang didirikan oleh kakaknya Zainuddin Labay El Yunusy tahun 1915. Ia lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang agamis dan sejak kecil ibunda Rahmah telah memiliki minat belajar yang tinggi. Selain belajar kepada Ayahnya Syaikh Muhammad Yunus dan kakaknya Zainuddin Labay El-Yunusiy, tercatat ada beberapa nama ulama yang menjadi tempat Ibunda Rahmah meuntut ilmu, dianta...

Surat Untuk Ibu

Ibu, Dulu aku tidak pernah tahu kenapa ibu sering marah karena kami tidak membantu pekerjaan rumah. Dulu aku pun tidak pernah tahu kenapa ibu sering meninggalkan kami di Rumah untuk bekerja. Dulu aku tidak mengerti mengapa Ibu kurang berselera makan dan kuat bergadang sambil mengompres dan menunggui kami yang sedang demam. Dulu aku juga tidak mengerti jika ibu khawatir karena kami tinggalkan dan tak menyentuh sepiring nasi goreng dan segelas susu hangat yan g disiapkan untuk sarapan kami. Dulu aku tidak paham kenapa ibu begitu sedih kalau ada diantara kami anak-anak yang membantah perintah dan perkataan ibu. Dulu aku juga tidak paham ketika ibu bergegas menyisihkan makanan jika ada salah satu diantara kami anak-anak Ibu yang belum pulang ke rumah. Ibu, seiring berjalannya waktu kini aku telah menjadi ibu dari dua orang anak yang mulai remaja, sekarang aku mengerti semuanya ibu. Andai ibu tidak pernah paksa kami membantu pekerjaan rumah,mungkin sekarang aku ...

Our favorite...

Makanan favorit keluarga kami adalah martabak telur dengan kuah kare. Sebenarnya makanan ini bukan hanya sekadar makanan favorit keluarga tetapi juga sebagai sumber penghidupan orang tua kami sejak aku belum lahir. Ayahku memperoleh ilmu membuat martabak Dari kakek buyutku yang berasal Dari Malabar India. Ayah mulai berjualan martabak sejak tahun 1972 di Palembang, makanya sejak kecil lidahku dan keluargaku sudah sangat akrab dengan martabak kare. Rasanya tiada hari yang dilewatkan tanpa sarapan martabak. Dan kesukaan ini kemudian juga menurun kepada anak dan para keponakan kami semua, kemanapun yang dicari martabak. Sejak beberapa tahun lalu warung martabak ayah sudah tidak ada lagi karena tidak Ada yang mengelolahnya seiring usia ayah yang sudah lanjut. Sesekali mengobati kerinduan pada martabak dengan membuat sendiri dan sesekali juga menerima pesanan. Berharap someday bisa punya resto martabak India. Akhirnya setelah selama ini masak tanpa ...