Langsung ke konten utama

Nasi sudah menjadi bubur....

Sering denger ungkapan "nasi sudah menjadi bubur"....aduh gimana kalo sdh kejadiannya gitu....dibuang sayang...dimakan gak enak....piyeee..yang kudu dilakuin itu mencari cara bagaimana nasi lembek bisa dinikmati....baiklah...kita tambah garam sejumput, trus tarok di mangkok,kasih kaldu, cakwe, seledri, bawang goreng, krupuk jangan ketinggalan...tambah sate jeroan lebih mantap... ..taaarrraaa.....buryam sedap siap dinikmati mak cik.....kalo beli mah...harga semangkuk sepuluh ribuan....begitu kira2 analogi si buryam....dengan hal yang awalnya suatu yang tidak enak, sesuatu yang tidak diharapkan menjadi sesuatu yang enak dinikmati dan juga memiliki nilai jual bagi si penjual...malah bang sulam bisa naek haji gara2 bubur ayam. Ketika nasi sudah menjadi bubur, tanpa pelengkap lainnya,hampa terasa pasti. Tapi adakalanya suatu ketika si bubur menyombongkan diri....
bubur : Kalian semua cuma remeh temeh remah2 yang tidak ada artinya jika tidak ada aku. Kalian tidak bisa dinikmati, sombong si bubur.
Seledri : mungkin iya begitu, apalah artinya saya, saya juga hanya berguna untuk beberapa masakan saja, sangat jarang orang menggunakan saya, tapi sekali saya muncul, wangi kecium santer kemana2, masakan jadi sedapnye.
bawang goreng : gak usah minder om seledri, pasti ada manfaat lain dari kamu, trend pengobatan sekarang malah butuh kamu yang katanya kamu bisa sebagai obat ampuh dan alami pencuci darah yang baik buat ginjal, bagian tubuh vital manusia.
Seledri : wah...betul juga ya....kang mas bubur ni suka bikin aku minder aja, bukannya memberi motivasi biar tandem kita makin enak dan maknyus.
bawang goreng: aku mah apa atuh...cuma serpihan bawang, sekedar pelengkap penderita, ada mah sukur, gak ada juga gak ngaruh, ujar bawang goreng sedih.
seledri : lah...kok malah apatis jeng...ojo koyo ngono. bawang goreng itu penyedap pelengkap semua masakan. baunya harum semriwing bikin selera makan nampol. bawang goreng kalo yang asli harganya mahal,ih...apalagi pas mau lebaran, trus tuh...di Palu, Sulteng bawang goreng sdh jadi buah tangan oleh2 khas daerah yang nilai jualnya juga mahal.
bawang goreng : enak mah jadi si sate jeroan, dimakan enak,tapi mesti diwaspadai karena penyebab kolesterol....asam urat, tapi walau begitu tetep aja banyak yang suka, sate jeroan itu mudharat tetapi begitu menggoda, mesti inget2 ya...yang makan buryam,jangan kebanyakan sate jeroannya,buahayaaa......hehe....
garam : iya ni kang mas bubur tu mestinya juga tau dong,mana ada orang yang doyan bubur hambar,tanpa rasa, tanpa pelengkap, paling cuma buat konsumsi dedek bayi atau para sobat yang sedang sakit.
bubur : okok men temen.....I am sorry....sungguh memang tak pantas saya menyombongkan diri, padahal saya cuma nasi yang sudah menjadi bubur, yang hampir saja dibuang, apalah artinya saya tanpa kalian, saya hampir menjadi yang tak layak dimakan dan tak sedap dinikmati. Maafkan kang mas bubur ya....
Hahaha....Iya deh...iya deh...maafkan juga postingan status kepanjangan ini...ini cuma postingan karena laper...bukan baper....sdh jam segini kejebak macet dan belum maksi...kasian...kasian...kasian.....but we like chiken porridge so much....one of our family fav....

foto hanya pelengkap.....

Jakarta 12112017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Hajjah Rahmah El- Yunusiyah

Ibu Hajjah Rahmah El-Yunusiyah, sosok yang jarang orang mengenalnya. Termasuk saya pribadipun belum pernah mengetahui sejarahnya. Suatu kesempatan pada Expo Pendidikan Islam (2017) Aku berkunjung ke stand Diniyyah Puteri Sumatera Barat dan mendapatkan kisah sejarahnya di sana. Dia adalah pendiri Perguruan Diniyyah Puteri (Al Madrasatut Diniyyah) pada 1 November 1923. Wanita kelahiran 29 Desember 1900 dan wafat 1969 ini merupakan pejuan g pendidikan yang gigih dan ikhlas berkorban ini terinspirasi untuk melakukan inovasi pendidikan Islam setelah mengikuti pendidikan pada Diniyyah School yang didirikan oleh kakaknya Zainuddin Labay El Yunusy tahun 1915. Ia lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang agamis dan sejak kecil ibunda Rahmah telah memiliki minat belajar yang tinggi. Selain belajar kepada Ayahnya Syaikh Muhammad Yunus dan kakaknya Zainuddin Labay El-Yunusiy, tercatat ada beberapa nama ulama yang menjadi tempat Ibunda Rahmah meuntut ilmu, dianta...

Surat Untuk Ibu

Ibu, Dulu aku tidak pernah tahu kenapa ibu sering marah karena kami tidak membantu pekerjaan rumah. Dulu aku pun tidak pernah tahu kenapa ibu sering meninggalkan kami di Rumah untuk bekerja. Dulu aku tidak mengerti mengapa Ibu kurang berselera makan dan kuat bergadang sambil mengompres dan menunggui kami yang sedang demam. Dulu aku juga tidak mengerti jika ibu khawatir karena kami tinggalkan dan tak menyentuh sepiring nasi goreng dan segelas susu hangat yan g disiapkan untuk sarapan kami. Dulu aku tidak paham kenapa ibu begitu sedih kalau ada diantara kami anak-anak yang membantah perintah dan perkataan ibu. Dulu aku juga tidak paham ketika ibu bergegas menyisihkan makanan jika ada salah satu diantara kami anak-anak Ibu yang belum pulang ke rumah. Ibu, seiring berjalannya waktu kini aku telah menjadi ibu dari dua orang anak yang mulai remaja, sekarang aku mengerti semuanya ibu. Andai ibu tidak pernah paksa kami membantu pekerjaan rumah,mungkin sekarang aku ...

Our favorite...

Makanan favorit keluarga kami adalah martabak telur dengan kuah kare. Sebenarnya makanan ini bukan hanya sekadar makanan favorit keluarga tetapi juga sebagai sumber penghidupan orang tua kami sejak aku belum lahir. Ayahku memperoleh ilmu membuat martabak Dari kakek buyutku yang berasal Dari Malabar India. Ayah mulai berjualan martabak sejak tahun 1972 di Palembang, makanya sejak kecil lidahku dan keluargaku sudah sangat akrab dengan martabak kare. Rasanya tiada hari yang dilewatkan tanpa sarapan martabak. Dan kesukaan ini kemudian juga menurun kepada anak dan para keponakan kami semua, kemanapun yang dicari martabak. Sejak beberapa tahun lalu warung martabak ayah sudah tidak ada lagi karena tidak Ada yang mengelolahnya seiring usia ayah yang sudah lanjut. Sesekali mengobati kerinduan pada martabak dengan membuat sendiri dan sesekali juga menerima pesanan. Berharap someday bisa punya resto martabak India. Akhirnya setelah selama ini masak tanpa ...