Always Love Palembang
Bagi saya yang kelahiran Palembang dan sekarang di perantauan, Palembang adalah kota yang selalu ngangenin, terurama karena makanan nya. Pokok nya always love Palembang. Hmm...kalau disebut Kota Palembang selalu yang diingat adalah pempek, makanan khas dari Palembang, dan semua daerah Sumatera bagian Selatan. Pempek adalah makanan dari olahan ikan giling dan tepung tapioka kemudian direbus lalu dimakan dengan siraman atau cocolan "cuko", campuran air gula merah dan asam jawa atau cuka yang ditambahkan cabe rawit dan bawang putih yang dihaluskan. Umumnya pempek digoreng sebelum dimakan tapi ada yang lebih suka memakan pempek rebus. Dan kadang menurut orang yang bukan orang Palembang, pempek rebus itu masih mentah dan belum siap dimakan. Ada banyak macam pempek, diantaranya pempek adaan, kelesan kerupuk, lenjer, pistel kates, telur kecil dan pempek belah atau pempek panggang. Nah ada juga pempek isi telur dengan ukuran besar yang disebut pempek kapal selam..hehe...inget ya..jangan sebut pempek telur kecil itu pempek kapal selam.karena namanya kapal selam pasti besar dong...betul..
Menurut sejarah yang pernah aku baca pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Tionghoa ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan apek-apek yang ikut menjajakan pempek, mamang pempek itu ceritanya kurang lebih ya. Jadi pempek itu asli Palembang, masih gak percaya??...xixixi...bukti nya
mamang dan bibik yang jualan pempek betebaran di Palembang. Mudah
mencari pempek di Palembang karena setiap bucu (sudut) kota Palembang
pasti ada warung atau toko pempek, selain itu juga ada pedagang pempek
yang jualan dengan sepeda atau bawa keranjang. Harga pempek juga sudah
sangat variatif dari pempek seribuan sampe yang mahal pun ada. dari
warung pinggir jalan sampe di mall pun ada pempek..jadi jangan takut
susah cari pempek di Palembang karena di sana lah pempek berasal. Satu
lagi bukti pempek asalnya dari Palembang...liat aja gigi orang
Palembang..banyak yang dah ompong padahal masih usia dini...kebanyakan
ngirup cuko, dari sarapan pagi makan pempek, sampe mau tidur juga masih
cari pempek.gimana gak keropos giginya. Olahan pempek, dengan bahan yang
sama itu bisa menjadi beraneka macam makanan lagi dengan cita rasa yang
berbeda. Seperti tekwan dan model yang berkuah segar mirip kuah sop,
celimpungan dan laksan yang dimakan dengan kuah bersantan, juga ada
lenggang namanyanya, yaitu adonan pempek ditambahkan adukan telur dan
dipanggang. Selain itu ada kudapan khas lainnya, seperti burgo, lakso,
ragit dan martabak kari. Wediiihh... kabayang juga aneka kue-kue khas
dari Palembang, seperti kue delapan jam, kue maksuba, kue lapis legis,
kue kojo, kue lumpang, gandus, kue pare, roket banyak lagi dan semua
yummy..Untuk nasi, pastinya ada nasi aneka pindang plus sambel buah nya
plus plus brengkes tempoyak (daging Durian yang difermentasikan).dan
nasi minyak atau nasi kebuli lengkap dengan daging malbi dan sambal
nanas...nyam...nyam..dan buah fenomenal... Durian dan Duku yang pasti
lezatozzz.
Kota Palembang juga menjadi salah satu kota diselenggarakannyan ASEAN Games 2018 dikenal dengan icon jembatan Ampera, the one and only. Jembatan yang menghubungkan bagian Ulu dan Ilir terbentang sepanjang 1117 Meter dengan lebar 22 Meter dan tingginya 11,5 Meter di atas pemukaan air. Jembatan yang membentang di atas sungai kebanggaan orang Palembang, sungai Musi. Jembatan Ampera diresmikan tahun 1962.Ampera adalah singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat, tapi dulu sering disebut "proyek" dan menurut cerita dari nenek, dulu katanya bagian tengah dari jembatan dapat terangkat karena adanya bandul pemberat yang beratnya 500 ton di kedua sisinya. Kemampuan mengangkat badan jembatan diperkirakan bertahan hingga sepuluh tahun sejak dibangun, dan diangkat agar kapal besar bisa mudah melintas di bawah jembatan, sekarang itu tinggal cerita. Dulu orang Ulu yang mau ke Ilir harus melintas di atas jembatan Ampera, tapi sekarang sudah ada alternatif lain yaitu Jembatan Musi Dua dan Musi Empat, dan segara menyusul Jembatan Musi Enam yang dalam tahap pengerjaan.
Palembang, ibukota Sumatera Selatan ini adalah kota tertua di Indonesia merupakan kota berpenduduk mayoritas Islam ini sudah menjadi sebuah kota sejak 16 Juni 688 Masehi. Di Palembang ada Masjid Agung yang letaknya berhadapan dengan jembatan Ampera, ada juga Masjid Chengho yang unik dengan ornamen Chinanya yang mulai dikenal masyarakat luar daerah dan juga Masjid Ki Merogan, masjid yang sudah ada sejak lama. Di bawah jembatan Ampera ada Benteng Kuto Besak (BKB) yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan dan orang sekitar pada sore dan malam hari untuk sekedar ber swa foto mengabadikan pemandangan sungai Musi dengan kerlip lampu warna warninya. juga ada tugu patung Ikan Belida, ikan legendaris dari sungai Musi, entah masih ada atau tidak Ikan Belida dalam perairan sungai Musi. Dari bawah Jembatan Ampera banyak angkutan perahu yang disewakan untuk menyebrangi sungai Musi sampai ke Pulau Kemaro atau mengantar berkeliling sungai Musi. Eh iya ada juga wisata religi yaitu Al Quran Al Akbar atau yang juga sering disebut Al Quran Raksasa beralamat di Pondok Pesantren Al Ihsaniyah Gandus Palembang, terdapat 30 juz ayat suci Al-Quran yang berhasil dipahat atau diukir dengan ukiran khas Palembang dalam lembar kayu. Kalian juga bisa jalan-jalan di Arena Jakabaring Sport Center, tempat yang menjadi saksi sejarah perhelatan Olahraga tingkat Asia dan Nasional. Kamu juga bisa jalan ke Museum Balaputera Dewa yang di belakangnya dapat kamu temui bangunan Rumah Limas yaitu rumah adat Palembang, itu loh yang gambarnya ada di pecahan uang kertas sepuluh ribuan. Selain itu, ada yang masih hot di Palembang, yaitu Lintas Rel Terpadu (LRT) Palembang atau dikenal dengan kereta cepat adalah sebuah sistem angkutan cepat dengan model Lintas Rel Terpadu yang dibangun di Palembang yang menghubungkan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dengan Kompleks Olahraga Jakabaring. Jadi begitu sampe Bandara kamu bisa langsung naik LRT ke stasiun yang terdekat dengan tujuan kamu. Tiketnya murah, kisaran 5 sampe 10 Ribu Rupiah dan harus pakai kartu, seperti e money dan sejenisnya. Kamu bisa pakai kartu yang biasa kamu pakai bayar tol atau naik commuter line atau angkutan Trans di Jakarta tapi tetap harus aktivasi kartunya ke petugas dulu ya sob, jika itu pertama kali kartumu digunakan untuk naik LRT. Nah..kalo sudah puas jalan jalannya, kamu bisa cari oleh-oleh seperti aneka kain khas Palembang, kain songket, jumputan, tajung di pusat perbelanjaan Ramayana di jalan Radial, dan cari oleh - oleh aneka krupuk dan kemplang di Pasar Cinde Palembang.
So gaess...hayuk mampir ke Palembang...hayuk juga mampir ke Blog saya di https:// bundanyamaulana.blogspot.co m/ dan Instagram saya di https://www.instagram.com/ romalinaku/
untuk pantau laporan dan review perjalanan saya dari daerah lainnya
kali-kali bermanfaat atau pantau postingan tulisan saya yang Insyaallah
moga2 bermanfaat....salam....
Jakarta, 29 Desember 2018
Hikmah 050878
#MakMoodMenulis
#MakMoodBerbagiCerita
#SabtuPromoMedsos
Bagi saya yang kelahiran Palembang dan sekarang di perantauan, Palembang adalah kota yang selalu ngangenin, terurama karena makanan nya. Pokok nya always love Palembang. Hmm...kalau disebut Kota Palembang selalu yang diingat adalah pempek, makanan khas dari Palembang, dan semua daerah Sumatera bagian Selatan. Pempek adalah makanan dari olahan ikan giling dan tepung tapioka kemudian direbus lalu dimakan dengan siraman atau cocolan "cuko", campuran air gula merah dan asam jawa atau cuka yang ditambahkan cabe rawit dan bawang putih yang dihaluskan. Umumnya pempek digoreng sebelum dimakan tapi ada yang lebih suka memakan pempek rebus. Dan kadang menurut orang yang bukan orang Palembang, pempek rebus itu masih mentah dan belum siap dimakan. Ada banyak macam pempek, diantaranya pempek adaan, kelesan kerupuk, lenjer, pistel kates, telur kecil dan pempek belah atau pempek panggang. Nah ada juga pempek isi telur dengan ukuran besar yang disebut pempek kapal selam..hehe...inget ya..jangan sebut pempek telur kecil itu pempek kapal selam.karena namanya kapal selam pasti besar dong...betul..
Menurut sejarah yang pernah aku baca pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Tionghoa ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan apek-apek yang ikut menjajakan pempek, mamang pempek itu ceritanya kurang lebih ya. Jadi pempek itu asli Palembang, masih gak percaya??...xixixi...bukti
Kota Palembang juga menjadi salah satu kota diselenggarakannyan ASEAN Games 2018 dikenal dengan icon jembatan Ampera, the one and only. Jembatan yang menghubungkan bagian Ulu dan Ilir terbentang sepanjang 1117 Meter dengan lebar 22 Meter dan tingginya 11,5 Meter di atas pemukaan air. Jembatan yang membentang di atas sungai kebanggaan orang Palembang, sungai Musi. Jembatan Ampera diresmikan tahun 1962.Ampera adalah singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat, tapi dulu sering disebut "proyek" dan menurut cerita dari nenek, dulu katanya bagian tengah dari jembatan dapat terangkat karena adanya bandul pemberat yang beratnya 500 ton di kedua sisinya. Kemampuan mengangkat badan jembatan diperkirakan bertahan hingga sepuluh tahun sejak dibangun, dan diangkat agar kapal besar bisa mudah melintas di bawah jembatan, sekarang itu tinggal cerita. Dulu orang Ulu yang mau ke Ilir harus melintas di atas jembatan Ampera, tapi sekarang sudah ada alternatif lain yaitu Jembatan Musi Dua dan Musi Empat, dan segara menyusul Jembatan Musi Enam yang dalam tahap pengerjaan.
Palembang, ibukota Sumatera Selatan ini adalah kota tertua di Indonesia merupakan kota berpenduduk mayoritas Islam ini sudah menjadi sebuah kota sejak 16 Juni 688 Masehi. Di Palembang ada Masjid Agung yang letaknya berhadapan dengan jembatan Ampera, ada juga Masjid Chengho yang unik dengan ornamen Chinanya yang mulai dikenal masyarakat luar daerah dan juga Masjid Ki Merogan, masjid yang sudah ada sejak lama. Di bawah jembatan Ampera ada Benteng Kuto Besak (BKB) yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan dan orang sekitar pada sore dan malam hari untuk sekedar ber swa foto mengabadikan pemandangan sungai Musi dengan kerlip lampu warna warninya. juga ada tugu patung Ikan Belida, ikan legendaris dari sungai Musi, entah masih ada atau tidak Ikan Belida dalam perairan sungai Musi. Dari bawah Jembatan Ampera banyak angkutan perahu yang disewakan untuk menyebrangi sungai Musi sampai ke Pulau Kemaro atau mengantar berkeliling sungai Musi. Eh iya ada juga wisata religi yaitu Al Quran Al Akbar atau yang juga sering disebut Al Quran Raksasa beralamat di Pondok Pesantren Al Ihsaniyah Gandus Palembang, terdapat 30 juz ayat suci Al-Quran yang berhasil dipahat atau diukir dengan ukiran khas Palembang dalam lembar kayu. Kalian juga bisa jalan-jalan di Arena Jakabaring Sport Center, tempat yang menjadi saksi sejarah perhelatan Olahraga tingkat Asia dan Nasional. Kamu juga bisa jalan ke Museum Balaputera Dewa yang di belakangnya dapat kamu temui bangunan Rumah Limas yaitu rumah adat Palembang, itu loh yang gambarnya ada di pecahan uang kertas sepuluh ribuan. Selain itu, ada yang masih hot di Palembang, yaitu Lintas Rel Terpadu (LRT) Palembang atau dikenal dengan kereta cepat adalah sebuah sistem angkutan cepat dengan model Lintas Rel Terpadu yang dibangun di Palembang yang menghubungkan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dengan Kompleks Olahraga Jakabaring. Jadi begitu sampe Bandara kamu bisa langsung naik LRT ke stasiun yang terdekat dengan tujuan kamu. Tiketnya murah, kisaran 5 sampe 10 Ribu Rupiah dan harus pakai kartu, seperti e money dan sejenisnya. Kamu bisa pakai kartu yang biasa kamu pakai bayar tol atau naik commuter line atau angkutan Trans di Jakarta tapi tetap harus aktivasi kartunya ke petugas dulu ya sob, jika itu pertama kali kartumu digunakan untuk naik LRT. Nah..kalo sudah puas jalan jalannya, kamu bisa cari oleh-oleh seperti aneka kain khas Palembang, kain songket, jumputan, tajung di pusat perbelanjaan Ramayana di jalan Radial, dan cari oleh - oleh aneka krupuk dan kemplang di Pasar Cinde Palembang.
So gaess...hayuk mampir ke Palembang...hayuk juga mampir ke Blog saya di https://
Jakarta, 29 Desember 2018
Hikmah 050878
#MakMoodMenulis
#MakMoodBerbagiCerita
#SabtuPromoMedsos

Komentar
Posting Komentar