Langsung ke konten utama

Keterbatasan Fisik Tak Halangi Untung untuk Mengabdi

https://kemenag.go.id/berita/read/509538/keterbatasan-fisik-tak-halangi-untung-untuk-mengabdi-

Bandung (Kemenag) -- Keterbatasan bukan menjadi penghalang bagi Untung untuk mengajar, berbagi ilmu pengetahuan dengan anak didiknya.
Atas dedikasinya,  Untung mendapat penghargaan sebagai salah satu guru inspiratif dari Kementerian Agama. Untung juga berkesempatan hadir dalam Talkshow Guru Inspiratif yang dipandu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Bandung, Sabtu (08/12).
Ditemui sebelum Talkshow, Untung sempat berkisah tentang awal pengabdiannya di MI miftahul Ulum Sumenep. Dia mengaku awalnya sempat malu dan ragu dengan kemampuannya. Apalagi, keberadaannya dengan keterbatasan fisik juga sempat menjadi tertawaan siswa dan mengalami penolakan.
"Alhamdulillah, hanya di tahun-tahun awal ini dirasakan," ucap Untung.
Untung yang mulai mendedikasi dirinya untuk dunia pendidikan sejak tahun 1993 sebagai guru honorer  mengaku bahagia dengan pekerjaannya. Sebagai guru tanpa dua tangan, Untung mengaku tidak ada kendala berarti dalam menjalani profesinya sehari-hari. Hanya saja sedikit  kesulitannya, misalnya saat harus nulis di papan itu ada rasa penat karena harus berdiri satu kaki, sementara kaki satunya digunakan untuk menulis.
"Beberapa waktu lalu, saya sempat terbantu dengan adanya notebook dan proyektor yang bisa saya gunakan menyiapkan bahan ajar di rumah. Tetapi saat ini semua alat bantu tersebut mengalami kerusakan, sehingga sayapun harus kembali menulis di papan tulis," kenangnya.
Untung mengaku bangga dan berterima kasih kepada Menteri Agama telah mengundangnya dan memberi penghargaan berupa guru inspiratif. Dia berharap, dunia pendidikan di Indonesia akan lebih baik di masa mendatang.
Untung bertekad akan mengabdi sebagai guru hingga akhir hayat. Karena, ia ingin memberikan kontribusi sebanyak mungkin untuk generasi penerus bangsa.  Sekaligus menjadi jembatan ilmu untuk anak didiknya.
Lelaki  yang  memiliki motto hidup jangan menyerah pada keadaan, berikan yang terbaik buat orang lain, ini tidak mempermasalahkan besar kecilnya gaji yang ia terima setiap bulannya. "Pasti tahu kan berapa besar gaji guru honorer seperti saya," selorohnya.
"Apapun yang saya kerjakan menjadi ladang pahala buat saya," ucap guru lulusan pesantren ini. (Hikmah)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Don't judge the book by its cover..

Si genit Kesemek ...memang bener ya ungkapan...jangan menilai orang dari tampilan luarnya saja,  karena orang  yang terlihat buruk belum tentu buruk perangainya, wataknya,sifatnya  dan tabiatnya.Begitupun sebaliknya...orang yang terlihat baik, belum tentu juga baik daleman hatinya...mungkin saja baiknya karena ada apanya....ada udang dibalik bakwan mungkin ...sama seperti buah ini...."kesemek"...tampilannya kurang menarik...walaupun buah genit ini sudah pake bedak...masih aja gak cantik dipandang...masyaallah..setelah dikupas...cantik banget warnanya...kuning merona...manis banget....

Welcome 2019....

Terasa begitu cepat waktu berlalu, hari demi hari dilalui hingga tahun segera berlalu. Banyak hal yang dilalui tahun 2018, ada suka dan duka, ya begitulah namanya hidup. Kalo ditanya capaian apa di tahun 2018, rasanya tidak ada capaian yang super duper atau layak dapet award, tapi kalo dibilang gak ada capaian...sungguh artinya aku mengingkari nikmatNya yang tak terhingga, pokokn ya yo wess lah...lets gone be by gone..yang lalu biarlah berlalu begitulah kira-kira, biar hati lebih plong, bahagia pastinya. Lepaskan mereka yang telah menyakiti, lepaskan mereka yang telah mengecewakan, lepaskan mereka yang telah melukai perasaan, lepaskan mereka yang menzholimi kita. Harus banyak bersyukur, perbanyak pula ikhlas, apa yang telah dilalui susah dan senang pastinya selalu ada pelajaran buat kita, pun apa yang terjadi di sekitar kita juga patut kita ambil maknanya. Beberapa waktu mendekati penghujung tahun, begitu banyak bencana yang terjadi, gempa Lombok dan Palu, ada ju...

Ibu.....

Kamu tidak akan mengerti betapa besarnya kasih sayang orang tua kepadamu,selama kamu belum pernah menjadi orang tua. Terlalu sakit dan pedihnya hati orang tua menerima penolakan dan acuhmu, tidak akan kamu pahami sebelum kamu menjadi orang tua. Kamu tidak akan mengerti menghargai keberadaan seseorang, jika kamu belum pernah merasakan kehilangan, mereka tidak mintakan pamrih dan balas budi... cuma butuhkan kasih sayang dan bentuk perhatianmu...terlambat tidak ada gunanya ...terima kasih untuk semua limpahan kasih sayang dan perhatian yang tidak akan mampu kami balaskan, mencoba pahami rasa cinta kalian setelah kami menjadi orang tua, takut akan karma menjadi orang tua yang diabaikan jika kami mengabaikanmu... # emak2qu # orangtuaqu # anak2qu