Langsung ke konten utama

Kenangan 2018


Waktu terasa begitu cepat berlalu, dalam hitungan jam segera berganti. Terkadang begitu takjub dengan segala hal yang tiba-tiba terjadi yang mungkin unpredictable atau mungkin juga diluar yang diharapkan.
Di tahun 2018 ini, terus terang ada rasa sepi yang kadang datang tanpa permisi, sepi karena di tahun ini si bungsu sudah waktunya mondok di Pesantren mengikuti jejak si abang yang sudah mondok duluan. Terasa sekali sepinya karena biasanya kemanapun emaknya pergi selalu ditemani si bungsu dan rumahpun sama sepinya. Padahal Pesantren nya gak jauh-jauh banget tapi tetiba kadang emaknya melow inget duo bujang jadi pengen mewek bae...dasar emak baperan. Beberapa bulan baru keadaan perasaan dah mendingan, mencoba berpikir semua demi bekal dunia dan akhirat mereka, juga demi doa terbaik untuk kita sebagai orang tuanya kelak di akhirat. Berdamai dengan perasaan dan harus bersyukur, anak-anak mau masuk pesantren tanpa terpaksa. Dan saya sendiri mencoba fokus pada pekerjaan selain fokus kepada kebutuhan keluarga.
Saya mencoba mengambil hikmahnya yaitu saat ini Allah beri saya dan suami untuk kembali menghabiskan waktu berdua setelah lebih dari separuh usia pernikahan kami yang hampir 17 tahun ini kami lebih banyak terpaksa melaluinya dengan LDR an kate orang sekarang (Long Distance Relationship). Jadi sekarang bareng all the time pokoknya. Di rumah juga...cie..dia lagi..dia lagi...tapi ya disyukuri saja, anggap semua adalah pengganti waktu bersama yang terlewatkan selama ini.. Sekarang waktunya bounding ke paksu termasuk jalan-jalan bedua dan weakend waktunya kami nengokin anak-anak, walaupun cuma sebentar, yang penting ketemuan sama anak-anak rasa hati emaknya ini dah seneng banget.
Harusnya memang emak gak boleh galau, karena sebenarnya semua ada Allah yang Maha mengatur. Apa yang telah diaturnya pasti yang terbaik. Bahagia itu kuncinya harus banyak bersyukur dan bersyukur. Tidak perlu iri dengan kelebihan yang dipunyai orang lain, tidak perlu gundah dengan apa yang belum bisa kita raih dan. Bersyukur dengan apa yang telah dicukupkan Allah untuk kita dan jangan merasa kita yang paling tidak beruntung dengan keadaan kita.
Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan bertemu dan mewawancarai sosok seorang guru honorer yang bernama " Untung". Sosok yang sangat istimewa karena walaupun tidak memiliki kedua lengan, Ia tetap semangat berbagi limu pengetahuan dengan para anak didiknya di suatu Desa. Keterbatasan bukan menjadi penghalang bagi pak Untung demikian sapaan para muridnya. Dari Subuh pak Untung sudah harus memulai harinya berangkat dari rumah agar tiba di sekolah tepat waktu, dan sorenya juga menjadi guru ngaji di lingkungan rumahnya. Masyaallah bayangkan pak Untung harus berusaha memanage waktunya, harus pula menahan beban tubuhnya dengan satu kaki ketika satu kaki lainnya harus menulis di papan tulis, harus juga berjalan sambil membawa tas atau buku yang dijepit dibawah dagunya. Dan semua Ia lakukan sendiri tanpa bantuan dan tanpa keluhan. Alhamdulillah Allah Maha Baik dan mengetahui segala, atas dedikasinya, Untung mendapatkan penghargaan sebagai salah satu guru inspiratif.
Saya sempat bertanya tentang motivasinya dalam bekerja. Katanya dalam hidup ini hendaklah jangan menyerah pada keadaan apapun, termasuk juga dalam melakukan pekerjaannya, ia berusaha untuk berikan yang terbaik buat orang lain, dan apapun yang saya kerjakan semoga menjadi ladang pahala buat saya.
Aduh makjlep..terenyuh saya mendengarnya. Sementara kita dengan fisik sempurna tapi masih sering mengeluh dengan berbagai keadaan. Kita dengan pekerjaan dan gaji tetap, masih juga sering kurang mensyukuri dan menghargai pekerjaan juga belum bekerja dengan baik. Perlahan sebelum genangan air tumpah dari pelupuk mata, segera saya pamit dan berdoa semoga Ia selalu diberikan kesehatan dan kemudahan dalam melakukan tugas mulianya. Suatu pembelajaran berharga buat saya untuk selalu dikenang agar selalu bersyukur dan terus bersyukur...agar merasa menjadi orang paling beruntung. Semoga kita semua menjadi lebih baik di tahun depan, penuh curahan Rahmat dan Kasih Sayang Allah.
Maaf...fotonya dari googling..karena saya tidak punya foto ketika Beliau mengajar.
Jakarta, 30 Desember 2018
Hikmah05082018
#MingguBebas
#Kenangan2018
#MahmoodMenulis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merantaulah

Merantaulah.... Agar kamu tahu hidup ini tidak seindah yang kamu bayangkan. Ketika kamu merantau sebagai anak kuliahan, uang jajanmu tiba-tiba habis padahal kiriman orang tua masih lama, duh mesti puter otak nyari tambahan untuk nyambung hidup di rantauan, belajar untuk tidak ngandelin kiriman orang tua. Dess...nikmatnya pas si anak kuliahan ngerasain bisa dapet uang jajan tambahan....hmm...biasanya bantuin ketik tugas temen,...biasanya pinjem barang dagangan temen trus j adi reseller dadakan ngiderin kampus, kadang jual baju,kadang jual parfume,kadang jual sepatu,haha... itu mah hobby neng... biasanya siap bikinin catering terima orderan anything, biasanya nyamar jadi penjual tempe mendoan, biasanya buka warung pindang dan pempek plus martabak ,biasanya jadi suplier kue kantin sekolahan....ups...semua off record coz ortu bisa nangis bombay kalo tau anaknya ternyata kesusahan jadi perantauan. Sip..pokoknya ortu taunya IPK anaknya aman dah.. lebih dikit di atas r...

Humas dan Media Massa Oleh:hikmah.Romalina (pranata humas Kemenag)

Humas dan media massa sangat terkait erat didalam menyampaikan informasih pada masyrakat. Keduanya , berfungsih membentuk nilai berita dimata public “media massa mengarahkan nilai berita tersebut pada kepentingan masyrakat sedangkan humas mengarahkannya kepada kepentingan lembaga. Opini yang berkembang dimasyrakat dan mengpengaruhi cara media atau humas berkomunikasih .sebaliknya ,komunikasih yang dilakukan media atau humas juga bisa mengpengaruhi opini yang berkembang di masyarakat . Humas memiliki fungsi manajemen yang membantu pencapaian sasaran organisasi ,merumuskan filosofi dan memfasilitasi perubahan, humas harus berkomunikasih dengan seluruh publik internal dan external agar mencapai hubungan positif dan konsistensi antara tujuan organisasi dan hamparan masyrakat. Seorang petugas humas harus memiliki jiwa entrepreneur dan juga harus bisamenjadi hubungan baik dengan kalangan wartawan yang mewakili media massa.hal itu perlu karena wartawan yang mewakili media massa. Hal itu ...

merasaseleb

Gak usah sentimen2 bgt sama aq, nanti takutnya malah jadi suka pake banget sama aq. Gak perlu sentimen berat sama aq, karena aq dan kamu itu beda zaman. Aq dan kamu  beda era, aq dan kamu beda level dan label nya. Hehehe...beruntungnya aq karena kamu sentimenin, artinya aq punya sesuatu dong yang bikin kamu iri...atau aq sih curiganya kamu jealous sama aq. Hmm... Kamu jatuh cinta kamu sama aq y?  Hehehe...Pasti gak aq bales ya??? makanya kamu sampe jumpalitan gitu kayaknya kesel banget... Kamu itu lucu... Ngurusin urusan yg bukan level kamu, emangnya kurang kerjaan??? Aq sih merasa geer aja kalo kamu sibuk ngurusin aq...pengen aq terikin saya mah apa atuh??? Gak apa2 dong kalo aq geer.. Yang pasti aq gak ambil pusing kalo kamu musingin aq...#edisimerasaseleb...