Langsung ke konten utama

Postingan

Sedu Zainuddin Melihat Keindahan Payung Nabawi

Madinah -- Air mata tidak lagi bisa terbendung. Senin (13/5/2024), lelaki paruh baya itu menangis tersedu sambil sesekali mulutnya mengucap salawat, sesaat bus berhenti di depan hotel Jawal Taiba, tempatnya akan menginap di Madinah bersama rombongan selama sembilan hari ke depan. Namanya, Zainudin Tunggeng. Duduk di sebelahnya, sang istri yang tak kalah tersedu, berurai air mata. Bus ternyata cuma berhenti sebentar, ketika kami dari Media Center Haji (MCH) naik untuk mengambil foto. Bus harus bergeser dan memutar arah untuk mendapat lokasi parkir yang lebih aman. Sambil menunggu bus berhenti, kudekati pasangan suami istri itu. “Masya Allah, Bapak kenapa?,” tanyaku hati-hati. “Saya bahagia sekali. Akhirnya setelah menunggu 12 tahun, saya dan istri bisa ke Tanah Suci. Saya sangat terharu saat tadi bus melewati Masjid Nabawi dan melihat payung-payung di Masjid Nabawi dari jauh. Indah sekali, saya tidak dapat menahan air mata,” ucapnya. “Madinah ini Kota Nabi. Walaupun saya belum pe...

Mawar Yang Layu

Mawar Yang Layu Oleh : Hikmah Ketika membuka laci lemari di kamarku, mataku menangkap kotak kayu hitam yang berukuran kecil, perlahan kubuka dan kutemukan setangkai # bunga mawar kering, masih tersimpan rapi di sana, meskipun sudah tak begitu jelas penampakannya dan tak bisa disebut utuh karena sudah tidak mengeluarkan # Aroma Harum semerbak dan sudah berupa serpihan kering yang menghitam. Lamunku melayang pada Tujuh Belas Tahun Lalu, setangkai mawar merah kamu berikan padaku sewaktu melamarku. Takjub diriku saat itu, karena melihat kamu yang menjadi romantis sesaat. “Ini mawar untukmu, mawar pertama aku berikan kepada seorang wanita, ini bukti keseriusanku pada hubungan kita, maukah Engkau Dita menjadi Nyonya Dedi?, # ILoveU ” ucapmu sambil menyerahkan mawar merah itu padaku. Ada bahagia terselip, dengan senyum simpul kuanggukan kepalaku dan menerima mawar itu bersama hati yang juga berbunga karena cinta kala itu. Sikap mu yang manis membuatku jatuh cinta pad...

The Confort Zone

Manusia boleh punya rencana tetapi selalu keputusan akhirnya milik Dia. Tidak selamanya apa yang kita rencanakan berjalan sesuai keinginan kita. Dan setiap orang pasti ingin merasa nyaman dimanapun kita berada, tapi apa daya ketika di tengah kenyamanan yang kita rasakan, tetiba muncul masalah yang menimbulkan ketidak nyamanan. Apakah kita harus terus bertahan dengan kondisi demi kian? Sampai berapa lama? Sampai kapan? Haruskah kita bertahan dan terus bertahan dengan sikon yang kadang kurang kondusif. Jika seekor ikan bertahan dalam satu kolam yang terbatas, bolak balik di tempat yang sama dengan air kolam nya keruh dan akhirnya kehabisan oksigen lalu Ikanpun mati. Begitu kira-kira kondisi yang akan terjadi jika kita memaksa bertahan dalam zona nyaman yang kurang kondusif. Saya pun pernah beberapa kali berada pada situasi demikian, dimana bertahan pun terasa tidak mungkin. Harus sedikit mundur ke belakang walau terlihat seperti mengalah pada keadaan. Pernah jug...

Our favorite...

Makanan favorit keluarga kami adalah martabak telur dengan kuah kare. Sebenarnya makanan ini bukan hanya sekadar makanan favorit keluarga tetapi juga sebagai sumber penghidupan orang tua kami sejak aku belum lahir. Ayahku memperoleh ilmu membuat martabak Dari kakek buyutku yang berasal Dari Malabar India. Ayah mulai berjualan martabak sejak tahun 1972 di Palembang, makanya sejak kecil lidahku dan keluargaku sudah sangat akrab dengan martabak kare. Rasanya tiada hari yang dilewatkan tanpa sarapan martabak. Dan kesukaan ini kemudian juga menurun kepada anak dan para keponakan kami semua, kemanapun yang dicari martabak. Sejak beberapa tahun lalu warung martabak ayah sudah tidak ada lagi karena tidak Ada yang mengelolahnya seiring usia ayah yang sudah lanjut. Sesekali mengobati kerinduan pada martabak dengan membuat sendiri dan sesekali juga menerima pesanan. Berharap someday bisa punya resto martabak India. Akhirnya setelah selama ini masak tanpa ...

Sandal Jepit Delapan Puluh Juta

Aku terbelalak melihat angka yang tertera di rak etalase yang menampilkan deretan sandal dan sepatu wanita berbagai model, terlihat sepasang sandal jepit dengan label harga delapan puluh jutaWhat!! 80 juta? gak salah kah labelnya pikirku. Sepasang suami istrinya yang sedang memilih sepatu pun terlihat terkaget-kaget dengan harga sandal jepit itu. Beralih ke rak di sebelahnya juga ku temukan sandal jepit seharga 25 juta. Fantastis untuk sekad ar sendal jepit yang terlalu biasa menurutku. Kok ada orang yang bodoh mau beli sandal jepit dengan harga sangat mahal, padahal sendal jepit identik barang murahan. Jadi bikin penasaran sandal jepit seharga 80 juta dan 25 juta, istimewanya opo toh?? Lah bentuknya sama sandal jepit dan tetap sandal jepit. Terus mau harganya mahal atau murah juga tetap saja ra Iso naik kelas, batinku. Dan letaknya juga tetap saja di bawah kaki, terkadang di beberapa tempat ada juga larangan memakai sandal jepit, misal di perkantoran ketika menghad...

Seperti Hujan

Aku ingin menjadi seperti hujan, dirindu ketika kemarau tak kunjung pergi. Aku ingin menjadi seperti hujan, hadirnya selalu menyejukkan. Aku ingin menjadi seperti hujan, memberi air kehidupan dan manfaat di sekitar Aku ingin menjadi seperti hujan, perginya meninggalkan jejak dan tak jarang pesona pelangi terlihat. Photo By Google Jakarta 08012019 Hikmah 5878 # tuesdaypoem # Makmoodmenulis # AkudanHujan

Mengenal Hajjah Rahmah El- Yunusiyah

Ibu Hajjah Rahmah El-Yunusiyah, sosok yang jarang orang mengenalnya. Termasuk saya pribadipun belum pernah mengetahui sejarahnya. Suatu kesempatan pada Expo Pendidikan Islam (2017) Aku berkunjung ke stand Diniyyah Puteri Sumatera Barat dan mendapatkan kisah sejarahnya di sana. Dia adalah pendiri Perguruan Diniyyah Puteri (Al Madrasatut Diniyyah) pada 1 November 1923. Wanita kelahiran 29 Desember 1900 dan wafat 1969 ini merupakan pejuan g pendidikan yang gigih dan ikhlas berkorban ini terinspirasi untuk melakukan inovasi pendidikan Islam setelah mengikuti pendidikan pada Diniyyah School yang didirikan oleh kakaknya Zainuddin Labay El Yunusy tahun 1915. Ia lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang agamis dan sejak kecil ibunda Rahmah telah memiliki minat belajar yang tinggi. Selain belajar kepada Ayahnya Syaikh Muhammad Yunus dan kakaknya Zainuddin Labay El-Yunusiy, tercatat ada beberapa nama ulama yang menjadi tempat Ibunda Rahmah meuntut ilmu, dianta...

Berjilbab lah dengan hati

Awal perkenalan saya dengan yang namanya penutup kepala sejak saya masuk Madrasah Ibtidaiyah di tahun 1984, saat itu mungkin fungsinya hanya sekedar pembeda antara siswa madrasah dan sekolah umum. Siswa madrasah yang identik dengan pakaian putih hijau dilengkapi penutup kepala untuk anak perempuan dan peci untuk anak laki-laki. Kenapa saya sebut penutup kepala karena me mang cuma menutupi bagian kepala atas saja.bentuknya segitiga dan diikatkan di bawah rambut, begitu seragam dari sekolahan. Lalu di tangan ibuku, si penutup kepala berubah menjadi penutup rambut dengan kain segitiga yang dibuatkan lebih lebar, diikatkan di bawah rambut dan selanjutnya rambut dibungkus dengan sisa kain yang menjuntai sehingga rambut tidak terlihat lagi, seragam sekolah tetap sama cuma lengan baju berbeda dari anak2 lain, saya memakai baju lengan panjang oleh ibu, lewat tangan tukang jahit dibuat bentuk jilbab yang langsung bisa dipakai, tanpa harus berlama2 memakainya dan tanpa harus m...

Masalah Adalah Bentuk Kasih Tuhan kepada Kita.

Setiap manusia pasti memiliki masalahnya masing- masing. Banyak yang menghadapi masalah dengan tenang, tetapi banyak juga yang menghadapinya dengan pebuh rasa kesal dan amarah. Ada yang menghadapinya dengan cukup bijaksana tapi tak jarang juga menghadapinya dengan luapan emosi yang tak terkendali. Hal yang wajar bila terjadi luapan emosi karena b iasanya ada faktor pendukung lainnya yang memicu meningkatnya emosi dalam diri. Ditambah pula bisikan Syaiton semakin menambah emosi jiwa...hehe.. Aku juga terkadang sering kali merasa putus asa, kesal dan marah karena sepertinya masalah datang silih berganti tiada berhenti. Ketika selesai satu masalah muncul masalah baru. Permasalahan seperti masalah materi, pusing kan pas waktu bayar sekolah anak-anak, tapi uangnya belum ada, juga masalah, selain itu yang lain mungkin juga pernah merasakan masalah keluarga, pekerjaan, kuliah dan juga permasalahan hati. Aku kadang mengeluh dan membayangkan kehidupan orang lain sep...

Perjalanan Hati

Merenung menapaki hari, tersadar lelah yang tak bertepi. Terpasung hati pada rasa tuk gapai yang tak tergapai lalu kecewakan hati. Perjalanan hati terasa berat Kesalku, geramku, gamangku, galauku seolah makin menyatu dalam pikir. Haruskah diri berhenti karena asa terasa menjauh. Akankah asa terputus dipermainkan rasa. Tak usah paksa yakinkan diri. Hanya pasrahkan semua padaN ya sang pemilik karena sesungguhnya Dia beri apa yang kamu butuh, bukan beri asa yang kamu harap. Asa dan doa beriringan tenangkan diri, ringankan langkah perjalanan hati. Hikmah050878 Jakarta, 3 Januari 2019 #MakMoodMenulis #SemangatBaru #Puisiprosais #Belajatprosaias

Welcome 2019....

Terasa begitu cepat waktu berlalu, hari demi hari dilalui hingga tahun segera berlalu. Banyak hal yang dilalui tahun 2018, ada suka dan duka, ya begitulah namanya hidup. Kalo ditanya capaian apa di tahun 2018, rasanya tidak ada capaian yang super duper atau layak dapet award, tapi kalo dibilang gak ada capaian...sungguh artinya aku mengingkari nikmatNya yang tak terhingga, pokokn ya yo wess lah...lets gone be by gone..yang lalu biarlah berlalu begitulah kira-kira, biar hati lebih plong, bahagia pastinya. Lepaskan mereka yang telah menyakiti, lepaskan mereka yang telah mengecewakan, lepaskan mereka yang telah melukai perasaan, lepaskan mereka yang menzholimi kita. Harus banyak bersyukur, perbanyak pula ikhlas, apa yang telah dilalui susah dan senang pastinya selalu ada pelajaran buat kita, pun apa yang terjadi di sekitar kita juga patut kita ambil maknanya. Beberapa waktu mendekati penghujung tahun, begitu banyak bencana yang terjadi, gempa Lombok dan Palu, ada ju...

Kenangan 2018

Waktu terasa begitu cepat berlalu, dalam hitungan jam segera berganti. Terkadang begitu takjub dengan segala hal yang tiba-tiba terjadi yang mungkin unpredictable atau mungkin juga diluar yang diharapkan. Di tahun 2018 ini, terus terang ada rasa sepi yang kadang datang tanpa permisi, sepi karena di tahun ini si bungsu sudah waktunya mondok di Pesantren mengikuti jejak si abang yang sudah mondok duluan. Terasa sekali sepinya karena biasanya kemanapun emaknya pergi selalu ditemani si bungsu dan rumahpun sama sepinya. Padahal Pesantren nya gak jauh-jauh banget tapi tetiba kadang emaknya melow inget duo bujang jadi pengen mewek bae...dasar emak baperan. Beberapa bulan baru keadaan perasaan dah mendingan, mencoba berpikir semua demi bekal dunia dan akhirat mereka, juga demi doa terbaik untuk kita sebagai orang tuanya kelak di akhirat. Berdamai dengan perasaan dan harus bersyukur, anak-anak mau masuk pesantren tanpa terpaksa. Dan saya sendiri mencoba fokus pada ...

Always Love Palembang

Always Love Palembang Bagi saya yang kelahiran Palembang dan sekarang di perantauan, Palembang adalah kota yang selalu ngangenin, terurama karena makanan nya. Pokok nya always love Palembang. Hmm...kalau disebut Kota Palembang selalu yang diingat adalah pempek, makanan khas dari Palembang, dan semua daerah Sumatera bagian Selatan. Pempek adalah makanan dari olahan ikan giling dan tepung tapiok a kemudian direbus lalu dimakan dengan siraman atau cocolan "cuko", campuran air gula merah dan asam jawa atau cuka yang ditambahkan cabe rawit dan bawang putih yang dihaluskan. Umumnya pempek digoreng sebelum dimakan tapi ada yang lebih suka memakan pempek rebus. Dan kadang menurut orang yang bukan orang Palembang, pempek rebus itu masih mentah dan belum siap dimakan. Ada banyak macam pempek, diantaranya pempek adaan, kelesan kerupuk, lenjer, pistel kates, telur kecil dan pempek belah atau pempek panggang. Nah ada juga pempek isi telur dengan ukuran besar ...

Surat Untuk Ibu

Ibu, Dulu aku tidak pernah tahu kenapa ibu sering marah karena kami tidak membantu pekerjaan rumah. Dulu aku pun tidak pernah tahu kenapa ibu sering meninggalkan kami di Rumah untuk bekerja. Dulu aku tidak mengerti mengapa Ibu kurang berselera makan dan kuat bergadang sambil mengompres dan menunggui kami yang sedang demam. Dulu aku juga tidak mengerti jika ibu khawatir karena kami tinggalkan dan tak menyentuh sepiring nasi goreng dan segelas susu hangat yan g disiapkan untuk sarapan kami. Dulu aku tidak paham kenapa ibu begitu sedih kalau ada diantara kami anak-anak yang membantah perintah dan perkataan ibu. Dulu aku juga tidak paham ketika ibu bergegas menyisihkan makanan jika ada salah satu diantara kami anak-anak Ibu yang belum pulang ke rumah. Ibu, seiring berjalannya waktu kini aku telah menjadi ibu dari dua orang anak yang mulai remaja, sekarang aku mengerti semuanya ibu. Andai ibu tidak pernah paksa kami membantu pekerjaan rumah,mungkin sekarang aku ...

Senjata si tukang mabuk

Sejak kecil saya satu- satunya dalam keluarga memiliki masalah tidak bisa naik kendaraan, selalu mengalami mabuk kendaraan. Aduh...hanya yang pernah mengalami yang tahu rasanya. Jadinya sejak kecil saya yang paling jarang diajak bepergian.Mungkin karena orang tua kasihan melihat saya yang kalau pulang bepergian langsung lemas tak berdaya. Saya sendiri tidak mengerti kena pa mabuk kendaraan menghinggapi saya sehingga saya mendapat julukan 'tukang mabuk'. Saya dan anggota keluarga lain pun menyerah dengan keadaan mabuk perjalanan karena berbagai cara yang diajarkan orang-orang sekitar bagaimana mengatasinya sudah dicoba. Dari udelnya ditempel plester atau ditempel koyo, minum obat anti mabuk dan minum minuman bersoda serta mengunyah berbagai permen jahe dan mint dan usap-usap balsem, minyak angin atau minyak kayu putih juga sudah dijajal. Semua usaha menahan mabuk dirasa sia-sia, berbagai posisi duduk dalam perjalanan juga sudah dicoba, katanya suruh tiduran...

Asaku

Ketika lelah menggelayut mengarungi samudera tak bertepi. Lelah hati, lelah raga ku rasa Untuk terus kayuh biduk nan suci. Sesaat ingin menepi Menepi dalam ratapan sepi dan rajutan sunyi Berharap dan berdoa tuk jaga asa Asa yang telah kubisikan pada riak ombakmu. Akankah asa untuk bersama terus ada. Asa yang seharusnya dijaga. Asaku...kuharap juga asamu. Asa yang membuat biduk ini bertahan Karena asaku adalah cintamu. Semoga Tuhan mampukan menjaganya. Jambi, 25 Desember 2018 Hikmah050878 #MakMoodMenulis #Tuesdaypoem

Keterbatasan Fisik Tak Halangi Untung untuk Mengabdi

https://kemenag.go.id/berita/read/509538/keterbatasan-fisik-tak-halangi-untung-untuk-mengabdi- Bandung (Kemenag) -- Keterbatasan bukan menjadi penghalang bagi Untung untuk mengajar, berbagi ilmu pengetahuan dengan anak didiknya. Atas dedikasinya,  Untung mendapat penghargaan sebagai salah satu guru inspiratif dari Kementerian Agama. Untung juga berkesempatan hadir dalam Talkshow Guru Inspiratif yang dipandu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Bandung, Sabtu (08/12). Ditemui sebelum Talkshow, Untung sempat berkisah tentang awal pengabdiannya di MI miftahul Ulum Sumenep. Dia mengaku awalnya sempat malu dan ragu dengan kemampuannya. Apalagi, keberadaannya dengan keterbatasan fisik juga sempat menjadi tertawaan siswa dan mengalami penolakan. "Alhamdulillah, hanya di tahun-tahun awal ini dirasakan," ucap Untung. Untung yang mulai mendedikasi dirinya untuk dunia pendidikan sejak tahun 1993 sebagai guru honorer  mengaku b...

tipe pegawai......just to celebrate

1 Oktober 2009....only to celebrate....tepat 9 tahun lalu adalah hari pertama menjadi pegawai memiliki nip....tapi bukan merupakan tempat kerja pertama saya, karena sudah mulai  bekerja sejak semester akhir, tahun 2001 ...ups daah tua ya....waktu itu sebagai mahasiswa magang yang diperpanjang dengan kontrak kerja. Walaupun kuliahnya di humas tetapi dari awal masuk dunia kerja gak pernah dapet kerjaan yang berhubungan dengan humas.dapetnya sebagai staf admin, staf finance,telemarketing,marketing, bendahara, customer service.... Berpindah2 bidang kerja dan tempat kerja membuat saya menemukan berbagai macam karakter atau type pegawai yang pernah jadi rekan kerja...ah jadi pengen nulis...pengen cerita flash back...Sering ketemu pegawai tipe; 1. Si pekerja keras. Baginya, pekerjaan seolah tak ada habisnya. Tempat kerja sudah kayak rumahnya karena pagi siang sore ampe malem ada di kantor..gemar bekerja hingga larut malam. Meski telah mengerjakan seluruh tugasnya, ada saja alasan yang...

Giat Sri Ngadiyati Perangi Candu Gawai Anak Usia Dini

Sleman (Kemenag) --- Lantunan ayat suci Al-Quran terdengar dari ruang tamu Much. Habib di Desa Mororejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Habib, menyimak lantunan ayat-ayat suci yang dibaca oleh putri sulungnya, Salsabila. Sementara sang istri, Sri Ngadiyati, tampak dengan telaten membimbing Salsabila menyelesaikan bacaannya. Pemandangan ini yang kerap terjadi di rumah Habib, setiap malam selepas sholat magrib. “Seisi rumah kami berkumpul di sini untuk membaca Al-Quran,” kata Habib. Kebiasaan ini menurut Habib mulai dilakukan di rumahnya sejak  Sri Ngadiyati mengajar di Raudhatul Athfal (RA). “Sejak istri saya mengajar di RA, sudah menjadi kebiasaan bagi kami setiap habis magrib, tidak terbiasa menyalakan TV apalagi bermain Handphone sampai nanti makan malam bersama,” ujar Habib mengawali ceritanya. Menurut Habib, sejak mulai mengajar di RA Masyitoh, Sleman, Sri Ngadiyati mulai memiliki perhatian khusus untuk membuat aktivitas-aktivitas yang bertujuan...

Melihat Keseruan Permainan Pantang Ria di RA Mashitoh Yogya

Sleman (Kemenag) --- Anak-anak Raudhatul Atfhal (RA) Mashitoh Kantongan Madikorejo Tempel Sleman Yogyakarta tampak antusia menerima pelajaran dari gurunya. Mereka terlihat menikmati metode Panah Tangga Ceria atau Pantang Ria yang digunakan gurunya. Adalah Ibu Sri, guru RA Mashitoh yang mengajar mereka. Jumat (14/09), salah satu pemenang guru berprestasi 2017 ini berbagi dengan Humas tentang aktivitas mengajar yang dilakoninya. Menurut Sri, pengembangan kreativitas anak perlu dilakukan semenjak usia dini sehingga nantinya mereka tumbuh sebagai anak kreatif. Anak yang kreatif, suka berkreasi dan dapat mengaktualisasikan serta mengekspresikan dirinya. “Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru atau kombinasi baru berdasarkan unsur-unsur yang telah ada sebelumnya menjadi sesuatu yang bermakna dan bermanfaat,” ujarnya. Sebagai guru, Sri merasa perlu melakukan inovasi dengan mencari berbagai metode pengajaran untuk peserta didik. Sebab, dia me...